Free Essay

Ummu Sulaim

In: Other Topics

Submitted By garieee
Words 1544
Pages 7
KULTUM
Mari kita selami bersama ketegaran ummu sulaim radhiyallohu ‘anha.
Ia seorang wanita keturunan bangsawan dari kabilah Anshar suku Khazraj memiliki sifat keibuan dan berwajah manis menawan. Selain itu ia juga berotak cerdas penuh kehati-hatian dalam bersikap, dewasa dan berakhlak mulia, sehingga dengan sifat-sifatnya yang istimewa itulah pamannya yang bernama Malik bin Nadhar melirik dan mempersuntingnya. Rumaisha Ummu Sulaim binti Milhan bin Khalid bin Zaid bin Malik adalah satu dari wanita saliha yang memiliki kedudukan istimewa di mata Rasulullah.
Pada saat Rasululllah menyerukan dakwah menuju tauhid, tanpa keraguan lagi Ummu Sulaim langsung memeluk agama Islam, dan tidak peduli akan gangguan dan rintangan yang kelak akan dihadapinya dari masyarakat jahili paganis.
Namun suaminya, Malik bin Nadhir sangat marah saat mengetahui istrinya telah masuk Islam. Dengan dada gemuruh karena emosi, ia berkata pada Ummu Sulaim: “Engkau kini telah terperangkap dalam kemurtadan!”
“Saya tidak murtad. Justru saya kini telah beriman,” jawab Ummu Sulaim dengan mantap. Dan kesungguhan Ummu Sulaim memeluk agama Allah tidak hanya sampai di situ. Ia juga tanpa bosan berusaha melatih anaknya, Anas, yang masih kecil untuk mengucapkan dua kalimat syahadat.
Melihat kesungguhan istrinya serta pendiriannya yang tak mungkin tergoyahkan membuat Malik bin Nadhir bosan dan tak mampu mengendalikan amarahnya. Hingga ia kemudian bertekad untuk meninggalkan rumah dan tidak akan kembali sampai istrinya mau kembali kepada agama nenek moyang mereka. Ia pun pergi dengan wajah suram. Sayangnya, di tengah jalan ia bertemu dengan musuhnya, kemudian ia dibunuh..
Saat mendengar kabar kematian suaminya dengan ketabahan yang mengagumkan ia berkata, “Saya akan tetap menyusui Anas sampai ia tak mau menyusu lagi, dan sekali-kali saya tak ingin menikah lagi sampai Anas menyuruhku.”
Setelah Anas agak besar, Ummu Sulaim dengan malu-malu mendatangi Rasulullah dan meminta agar beliau bersedia menerima Anas sebagai pembantunya. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun menerima Anas dengan rasa gembira. Dan dari semua keputusannya itu, Ummu Sualim kemudian banyak dibicarakan orang dengan rasa kagum.
Dan seorang bangsawan bernama Abu Thalhah tak luput memperhatikan hal itu. Dengan rasa cinta dan kagum yang tak dapat disembunyikan tanpa banyak pertimbangan ia langsung melangkahkan kakinya ke rumah Ummu Sulaim untuk melamarnya dan menawarkan mahar yang mahal. Namun di luar dugaan, jawaban Ummu Sulaim membuat lidahnya menjadi kelu dan rasa kecewanya begitu menyesakkan dada, meski Ummu Sulaim berkata dengan sopan dan rasa hormat,
“Tidak selayaknya saya menikah dengan seorang musyrik, ketahuilah wahai Abu Thalhah bahwa sesembahanmu selama ini hanyalah sebuah patung yang dipahat oleh keluarga fulan. Dan apabila engkau mau menyulutnya api niscaya akan membakar dan menghanguskan patung-patung itu.”
Perkataan Ummu Sulaim amat telak menghantam dadanya. Abu Thalhah tak percaya dengan apa yang ia lihat dan ia dengar. Namun itu semua merupakan realita yang harus ia terima. Abu Thalhah bukanlah orang yang cepat putus asa. Dikarenakan cintanya yang tulus dan mendalam terhadap Ummu Sulaim, di lain kesempatan ia datang lagi menjumpai ibunda Anas dan mengiming-iming mahar yang lebih wah serta kehidupan kelas atas.
Sekali lagi, Ummu Sulaim muslimah yag cerdik dan pintar ini tetap teguh dengan keimanannya. Sedikit pun ia tidak tergoda oleh kenikmatan dunia yag dijanjikan oleh Abu Thalhah. Baginya kenikmatan Islam akan lebih langgeng daripada seluruh kenikmatan dunia. Masih dengan penolakanya yang halus ia menjawab, “Sesungguhnya saya tidak pantas menolak orang yang seperti engkau, wahai Abu Thalhah. Hanya sayang engkau seorang kafir dan saya seorang muslimah. Maka tak pantas bagiku menikah denganmu. Coba Anda tebak apa keinginan saya?”
“Engkau menginginkan dinar dan kenikmatan,” kata Abu Thalhah. “Sedikitpun saya tidak menginginkan dinar dan kenikmatan. Yang saya inginkan hanya engkau segera memeluk agama Islam,” tukas Ummu Sualim tandas.
“Tetapi saya tidak mengerti siapa yang akan menjadi pembimbingku?” Tanya Abu Thalhah. “tentu saja pembimbingmu adalah Rasululah sendiri,” tegas Ummu Sulaim.
Maka Abu Thalhah pun bergegas pergi menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam yang mana saat itu tengah duduk bersama para sahabatnya. Melihat kedatangan Abu Thalhah, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam berseru, “Abu Thalhah telah datang kepada kalian, dan cahaya Islam tampak pada kedua bola matanya.”
Ketulusan hati Ummu Sulaim benar-benar terasa mengharukan relung-relung hati Abu Thalhah. Ummu Sulaim hanya akan mau dinikahi dengan keislamannya tanpa sedikitpun tegiur oleh kenikmatan yang dia janjikan. Wanita mana lagi yang lebih pantas menjadi istri dan ibu asuh anak-anaknya selain Ummu Sulaim? Hinnga tanpa terasa di hadapan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam lisan Abu Thalhah basah mengulang-ulang kalimat, “Saya mengikuti ajaran Anda, wahai Rasulullah. Saya bersaksi, bahwa tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah utusanNya.”
Ummu Sulaim tersenyum haru dan berpaling kepada anaknya Ana, “Bangunlah wahai Anas.”
Menikahlah Ummu Sulaim dengan Abu Thalhah, sedangkan maharnya adalah keislaman suaminya. Hingga Tsabit –seorang perawi hadits- meriwayatkan dari Anas, “Sama sekali aku belum pernah mendengar seorang wanita yang maharnya lebih mulia dari Ummu Sulaim, yaitu keislaman suaminya.” Selanjutnya mereka menjalani kehidupan rumah tangga yang damai dan sejahtera dalam naungan cahaya Islam.
Abu Thalhah sendiri adalah seorang konglomerat nomor satu dari kabilah Anshar. Dan harta yang paling dia cintai yaitu tanah perkebunan “Bairuha”. Tanah perkebunan itu letaknya persis menghadap masjid. Dan Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sendiri pernah minum air segar yang ada di lokasi itu, sampai kemudian turun ayat yang berbunyi:
“Sekali-kali belum sampai pada kebaktian yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai.” (Ali Imran:92)
Mendengar ayat ini, kontan Abu Thalhah menghadap Rasulullah. Setelah membacakan ayat tadi Abu Thalhah melanjutkan, “Dan sesungguhnya harta yang paling saya cintai adalah tanah perkebunan Bairuha. Saat ini tanah itu saya sedekahkan untuk Allah dengan harapan akan mendapatkan ganjaran kebaikan dari Allah kelak. Maka pergunakanlah sekehendak Anda, wahai Rasulullah.”
Dan bersabdalah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam, “Bakh, bakh itu adalah harta yang menguntungkan dan saya telah mendengar perkataanmu tentang harta itu dan saya sekarang berpendapat sebaiknya engkau bagi-bagikan tanah itu untuk keluarga kalian.”
Abu Thalhah pun menuruti perintah Rasululah dan membagi-bagikan tanah itu kepada sanak familinya dan anak keturunan pamannya. Tak berapa lama Alah memuliakan seorang anak laki-laki kepada pasangan berbahagia itu dan diberi nama Abu Umair. Suatu kali burung kesayangan Abu Umair mati sehingga Abu Umair menangis dengan sedih. Saat itu lewatlah Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam di hadapannya. Melihat kesedihan Abu Umair, Rasulullah segera menghibur dan bertanya, “Wahai Abu Umair apa gerangan yang diperbuat oleh burung kecil?”
Namun takdir Allah memang tak mampu diduga. Allah subhanahu wa ta’ala kembali ingin menguji kesabaran pasangan sabar ini. Tiba-tiba saja, bocah mungil mereka Abu Umair jatuh sakit sehingga ayah dan ibunya dibuat cemas dan repot. Padahal ia adalah putra kesayangan Abu Thalhah. Jika ia pulang dari pasar, yang pertama kali ditanyakan adalah kesehatan dan keadaan putranya dan ia belum mereasa tenang bila belum melihatnya. Tepat pada waktu sholat, Abu Thalhah pergi ke masjid. Tak lama setelah kepergiannya, putranya Abu Umair menghembuskan nafas terakhir.
Ummu Sulaim memang seorang ibu mukminah yang sabar. Ia menerima peristiwa itu dengan sabar dan tenang. Ummu Sulaim lantas menidurkan putranya di atas kasur dan berujar berulang-ulang, “Innaa lillahi wa inna ilaihi rrji’un.” Dengan suara berbisik ia berkata kepada sanak keluarganya, “Jangan sekali-kali kalian memberitahukan perihal putranya pada Abu Thalhah sampai aku sendiri yang memberitahunya.”
Sekembalinya Abu Thalhah, alhamdulillah, air mata kesayangan Ummu Sulaim telah mongering. Ia menyambut kedatangan suaminya dan siap menjawab pertanyaannya.
“Bagaimana keadaan putraku sekarang?”
“Dia lebih tenang dari biasanya.” Jawab Ummu Sulaim dengan wajar.
Abu Thalhah merasa begitu letih hingga tak ada keinginan menengok putranya. Namun hatinya turut berbunga-bunga mengira putranya dalam keadaan sehat wal afiat. Ummu Sulaim pun menjamu suaminya dengan hidangan yang istimewa dan berdandan serta berhias dengan wangi-wangian, membuat Abu Thalhah tertarik dan mengajaknya tidur bersama.
Setelah suaminya terlelap, Ummu Sulaim memuji kepada Allah karena berhasil menentramkan suaminya perihal putranya, karena ia menyadari Abu Thalhah telah mengalami keletihan seharian, sehingga ia amembiarkan suaminya tertidur pulas.
Menjelang subuh, baru Ummu Sulaim berbicara pada suaminya, seraya bertanya, “Wahai Abu Thalhah apa pendapatmu bila ada sekelompok orang meminjamkan barang kepada tetangganya lantas ia meminta kembali haknya. Pantaskan jika si peminjam enggan mengembalikannya?”
“Tidak,” jawab Abu Thalhah.
“Bagaimana jika si peminjam enggan mengembalikannya setelah menggunakannya?” “Wah, mereka benar-benar tidak waras,” Abu Thalhah menukas.
“Demikian pula putramu. Allah meminjamkannya pada kita dan pemiliknya telah mengambilnya kembali. Relakanlah ia,” kata Ummu Sulaim dengan tenang. Pada mulanya Abu Thalhah marah dan membentak, “Kenapa baru sekarang kau beritahu, dan membiarkan aku hingga aku ternoda (berhadats karena berhubungan suami istri)?”
Dengan rasa tabah Ummu Sulaim tak henti-henti mengingatkan suaminya hingga ia kembali istirja dan memuji Allah dengan hati yang tenang.
Pagi-pagi buta sebelum cahaya matahari kelihatan penuh, Abu Thalhah menjumpai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kejadian itu. Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Semoga Allah subhanahu wa ta’ala memberikan barakah pada malam pengantin kalian berdua.”
Benar saja Ummu Sulaim lantas mengandung lagi dan melahirkan seorang anak yang diberi nama Abdullah bin Thalhah oleh Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Dan subhanallah barakahnya ternyata tak hanya sampai di situ. Abdullah kelak di kemudian hari memiliki tujuh orang putra yang semuanya hafizhul Qur’an. Keutamaan Ummu Sulaim tidak hanya itu, Allah subhanahu wa ta’ala juga pernah menurunkan ayat untuk pasangan suami istri itu dikarenakan suatu peristiwa. Sampai Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam menggembirakannya dengan janji surga dalam sabdanya
“Aku memasuki surga dan aku mendengar jalannya seseorang. Lantas aku bertanya “Siapakah ini?” Penghuni surga spontan menjawab “Ini adalah Rumaisha binti Milhan, ibu Anas bin Malik.”…...

Similar Documents

Free Essay

Islamic Finance

...involve gambling, manufacture or sale haram products or contains elements of gharar. Furthermore, for companies that compromised both permissible and non-permissible elements, there are several additional criteria. The criteria are: a) The core activities of the companies must not contravene the principles of Shari’ah as outlined in the four criteria before. Furthermore, the proportion of unlawful (haram) elements must be very small compared with the core activities. b) The public perception or image of the company must be good c) The core activities of the company are important and considered maslahah (benefit in general) to the Muslim Ummah and the country, while the haram (unlawful) element is very small and involves matters such as ummu balwa (common plight), uruf (custom) and the rights of the non-Muslim community which are accepted by Islam. d) The level of interest income received from fixed deposits in conventional financial institutions and other investments in interest-bearing accounts complies with the levels set up by the SAC Furthermore, Bursa Malaysia also launched two indices to track the performance of Shari’ah compliant securities which are the FTSE Bursa Malaysia EMAS Shari’ah Index (FBM EMAS Shari’ah) and FTSE Bursa Malaysia Hijrah Shari’ah Index (FBM Hijrah Shari’ah). Those two are designed for the creation of structured products, index tracking funds and ETFs or as a performance benchmark. The FBM EMAS Shari’ah is a benchmark index that......

Words: 1620 - Pages: 7

Premium Essay

Islamiat

...• • • • • • • • • 92 Losses: • • • Muslims lost 74 men, and many were seriously injured including Hazrat Ali. Quraish lost only 20 men. Muhammad (PBUH) forbade the mutilation of the Quraishite corpses. They were buried in a single grave. Martyrdom of several Muslim leaders: Several Muslim leaders had fallen on the battlefield: Hazrat Hamza, Hazrat Mus’ab bin Umair and others. Fall in prestige of Muslims: The Quraish immediately exploited this: I. II. The Quraish roused Bedouin tribes against Muslims. As a result, some canceled their alliances with Madina and defected to Makkah. The Quraish offered lucrative rewards to those who would kill Muslims. As a result, many resorted to treachery: (a) The tribes of Banu Amir and Banu Sulaim invited 70 Muslim teachers to preach among them and then murdered them near the well of Bir Ma’una. The tribe of Banu Lihyan killed or captured 7 Muslim teachers at ar-Raji. Effects and Importance of Uhad for Muslims: 1. 2. (b) The Holy Prophet (PBUH) sent expeditions against each of these tribes and punished them severely. 3. Psychological strengthening of Muslims: If Badr had enhanced the confidence of Muslims, Uhad sobered and chastened them. It taught them that the inherent Arab love of plunder was less important than the Holy Prophet (PBUH)’s orders. “Be not cast down, neither be ye grieved. Ye shall be yet victorious if ye are true Believers.” – (3:133) 4. Mortality of Muhammad (PBUH): This defeat brought home the......

Words: 106196 - Pages: 425

Free Essay

Artikel Peristiwa Di Padang Mahsyar

...masing-masing ketika di dunia. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: تُدْنَى الشَّمْسُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنَ الْخَلْقِ حَتَّى تَكُوْنَ مِنْهُمْ كَمِقْدَارِ مِيْلٍ، قَالَ سُلَيْمُ بْنُ عَامِرٍ : فَوَاللهِ، مَا أَدْرِي مَا يَعْنِي بِالْمِيْلِ أَمَسَافَةَ اْلأَرْضِ أَمْ الْمِيْلَ الَّذِي تُكْتَحَلُ بِهِ الْعَيْنُ، قَالَ : فَيَكُوْنُ النَّاسُ عَلَى قَدْرِ أَعْمَالِهِمْ فِي الْعَرَقِ فَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى كَعْبَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى رُكْبَتَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يَكُوْنُ إِلَى حَقْوَيْهِ، وَمِنْهُمْ مَنْ يُلْجِمُهُ الْعَرَقُ إِلْجَامًا، وَأَشَارَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِيَدِهِ إِلَى فِيْهِ “Pada hari kiamat, matahari didekatkan jaraknya terhadap makhluk hingga tinggal sejauh satu mil.” –Sulaim bin Amir (perawi hadist ini) berkata: “Demi Allah, aku tidak tahu apa yang dimaksud dengan mil. Apakah ukuran jarak perjalanan, atau alat yang dipakai untuk bercelak mata?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sehingga manusia tersiksa dalam keringatnya sesuai dengan kadar amal-amalnya (yakni dosa-dosanya). Di antara mereka ada yang keringatnya sampai kedua mata kakinya. Ada yang sampai kedua lututnya, dan ada yang sampai pinggangnya, serta ada yang tenggelam dalam keringatnya.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan isyarat dengan meletakkan tangan ke mulut beliau.” (Hadits shahih. Diriwayatkan oleh Muslim, no. 2864) Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Jarak satu mil ini,......

Words: 1314 - Pages: 6

Premium Essay

Flat Cargo Bhhd

...ACT 4197 INTEGRATED CASE STUDY FLAT CARGO BERHAD: AN AUDITORS CONUNDRUM Submit to Prof. Madya Dr Nor Aziah binti Abu Kasim Submit by Ummu Syafiqah binti Yaakob 156756 Lee Liu Kim 157279 Nurhafiza binti Abdul Razak 157458 Tay Yee Joe 159264 Semester 2, 2013/2014 * Table of Contents 1.0 Introduction 1 2.0 Case Overview 2 3.0 Issues Identified in FCB 4 3.1 Material Misstatements in Financial Statements of FCB 4 3.2 Lack of Internal Control 7 3.3 Weaknesses on the Corporate Governance 9 3.4 Ethical Issues of the Top Management and Auditors 11 4.0 Recommended solutions 15 5.0 Conclusion 23 6.0 Appendices 24 Introduction Flat Cargo Berhad (FCB) is an air cargo company, which was listed in Bursa Malaysia on 15th September 2001. It was known to be one of the largest airfreight companies in Malaysia. The company was registered as an investment holding company with several subsidiaries, for which their principal activities ranging from air freight services to ground handling services. FCB was the only dedicated Intra-Asian overnight express cargo operator based in Malaysia and had exclusive excess to an international cargo complex at Sultan Abdul Aziz Shah Airport in Subang. Furthermore, as it has successfully secured the landing rights in Asia Pacific regions, FCB was in ideal niche position to serve the international integrators, freight forwarders, and major airlines within Asian region. However, as......

Words: 6410 - Pages: 26

Free Essay

Final Exam Draft

...MALAYSIA Sistem Rekod Pelajar Jadual Waktu Peperiksaan Akhir Semester Kedua Sesi 2013/2014 Muka Surat 88 / 96 [dwr_af170] HARI Bil. 1 :ISNIN 2:30 PM Kod Nama Kursus Kump A B Bil Pel 57 37 1 1 Pec Bil Masa Pec (Minit) 57 37 150 150 Tempat DMS DMS Tarikh : 23/06/2014 Nama Pensyarah BJQP2013 TEKNIK STATISTIK DALAM PEMBUATAN KEPUTUSAN Dr. Rohaizah Binti Saad Prof. Madya Dr. Nor Hasni Bt. Osman 2 BPMS2013 FIQH MUAMALAT 2 A B 108 58 54 1 1 1 108 58 54 150 150 150 PMI DMS DMS Azizah binti Othman Dr. Nasri bin Naiimi 3 BSMH3093 SISTEM MAKLUMAT SUMBER MANUSIA A B 28 45 1 1 28 45 150 150 DMS DMS Mohd Rasul Bin Mohammad Noor Dr. Siti Zubaidah bt. Othman Dr. Ummu Atiyah binti Ahmad Zakuan Dr. Ummu Atiyah binti Ahmad Zakuan Dr. Ahmad Zubir bin Ibrahim Dr. Rozita binti Arshad (K) (K) 4 GFLA3124 UNDANG-UNDANG ANTARABANGSA A B 51 26 1 1 51 26 150 150 DMS DMS 5 GMGF3013 PENGURUSAN DAN ANALISIS PELABURAN AWAM A B 16 0 1 1 16 0 150 150 DMS DMS 6 SCCD3263 SEMINAR KOMUNIKASI UNTUK PERUBAHAN SOSIAL SCCT1053 ASAS KEWARTAWANAN A 47 1 47 150 DMS Nor Hayati Binti Mohd. Jalil Dr. Awan Bt Ismail 7 A 63 1 63 150 DMS 8 SCCT3243 SEMINAR PERIKLANAN DIGITAL A 29 1 29 150 DMS Dr. Norsiah binti Abdul Hamid Dr. Mohd Kasri B. Saidon 9 SGDV2033 PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN A 27 1 27 0 DMS 10 ...

Words: 26934 - Pages: 108

Premium Essay

Fairy Food Industries Sdn Bhd

... OTHMAN YEOP ABDULLAH GRADUATE SCHOOL OF BUSINESS ------------------------------------------------- UNIVERSITI UTARA MALAYSIA ------------------------------------------------- BPMN6023 ------------------------------------------------- STRATEGIC MANAGEMENT ------------------------------------------------- GROUP PROJECT: FAIRY FOOD PROCESSING SDN. BHD. PREPARED FOR: DR DARWINA AHMAD ARSHAD PREPARED BY: 1. WAN UMMU HANUNI BINTI WAN DIN 813632 2. YANG HUAI 815173 3. ZHANG YAN 815174 4. SALH AGRERAH ALI 815030 5. KHALID GADHWARA EMHEMED 815023 SUBMISSION DATE: 7th MAY 2014 Table of contents CHAPTER 1: INTRODUCTION 1 1.1 COMPANY PROFILE 1 1.2 COMPANY VISION 2 1.3 COMPANY MISSION 2 1.4 COMPANY OBJECTIVE 2 1.5 COMPANY VALUES 2 1.6 HISTORY 4 1.7 TOP MANAGEMENT TEAM 5 1.8 COMPANY STRUCTURE 7 1.8.1 Structure of Fairy 7 1.9 ADVANTAGES 8 1.9.1 Fast decision making 11 1.9.2 High cohesion force 11 1.9.3 Convenient to control 11 1.9.4 Flexibility 11 1.10 DISADVANTAGES 12 1.10.1 Less asset 12 1.10.2 Hard to expand 12 1.10.3 Lose the good employees 12 CHAPTER 2: PESTEL ANALYSIS 16 2.1 JUSTIFICATION OF USING THE PESTEL ANALYSIS TECHNIQUE 16 2.2 INDUSTRY OVERVIEW 18 2.3 SUMMARY OF PESTEL ANALYSIS OF FAIRY 19 2.4 CONCLUSION 20 CHAPTER 3: THE COMPETITIVE FORCES IN BAKERY INDUSTRY 21 3.1 RIVALRY AMONG EXISTING FIRMS 22 3.2 BARGAINING POWER OF BUYERS 25 3.3 THREAT OF NEW ENTRIES 28 3.4 BARGAINING POWER OF SUPPLIERS 31 3.5 THREAT OF SUBSTITUTE PRODUCTS /......

Words: 11979 - Pages: 48

Premium Essay

Australian International of Kenyan Descent

...Ummu Hani | [Course Title] | [Date] Ummu Hani | [Course Title] | [Date] [Report Title] [Report Subtitle] [Report Title] [Report Subtitle] PART 1: BACKGROUND One World Language Center (the real name has been changed to provide anonymity) has been in operation since February 2013. Situated in the heart of Kuala Lumpur, it provides English language training for non-native speakers. The focus of their business is almost exclusively for international students. As part of its service, the center also manages the applications for VISA for the students, whose needs ranges from a month’s to a year’s stay. As a part of its marketing strategy, the center is located centrally at a prime location; its course syllabus and content is provided by the renowned Headway; it employs only native-speaking teaching staff; and its price is the most competitive amongst all similar language centers. Currently the center has over a hundred students but intends to expand its capacity further to 300 as it is has just acquired and renovating more office space in the same building. members of the organization | | | No. | Designation | Description | 1 | Owner | * Australian international of Kenyan descent * Multiple international businesses, including currency exchange, properties and retail markets * Responsible for recruitment of all employees, administrative and teachers * Solely responsible for salary scale of employees, and budget preparation | 2 | General Manager | ......

Words: 957 - Pages: 4

Free Essay

Raheeq Makhtum Malay

...disembuhkan semula badannya dan dibawa semula Rasulullah ke tempat anak-anak tadi, manakala anak-anak lain berlarian pergi menemui ibunya Halimah menceritakan, dengan kata mereka, "Muhammad telah dibunuh". Apabila mereka menemuinya semula didapati Baginda kepucatan. KE PANGKUAN IBUNYA YANG PENYAYANG Halimah al-Sa'diah terasa takut dengan peristiwa tersebut, dengan itu beliau memulangkan Rasulullah kepangkuan ibunya, Baginda tinggal bersama ibunya hingga meningkat usia enam tahun. Aminah teringat untuk ke Yathrib menziarahi kubur suaminya, sebagai mengenang dan mengingati kematian itu. Untuk itu beliau keluar dari Makkah, merentas lima ratus kilometer menuju ke destinasi bersama-sama anak lelakinya yang keyatiman itu, di iringi khadamnya Ummu Aiman dan ayah mertuanya Abdul Mutalib, di sana beliau tinggal untuk selama sebulan, setelah itu beliau berpatah balik, semasa perjalanannya dari sana, beliau telah diserang penyakit dan semakin berat, sejak di awal perjalanan lagi, berakhir dengan hembusan nafas terakhir di tempat bernama "al-Abwa' " yang terletak di antara Makkah dan Madinah. KE PANGKUAN DATUK PEMBELAS KASIHAN Abdul Mutalib membawa Baginda pulang ke Makkah, dengan perasaan kasih sayang menepu didadanya terhadap cucundanya yang kini yatim piatu, duka lamanya kembali menusuk perasaan, membawa beliau mengasihani cucunya melebihi kasih sayangnya ke atas anak-anak cucunya yang lain. Beliau tidak pernah tinggalkan Baginda keseorangan, meskipun yang......

Words: 129247 - Pages: 517

Free Essay

Ar Rahnu Contract

...dan hafalan cepat di samping kekurangan orang yang tahu menulis dan alat-alat tulis. Oleh itu al-Quran tidak dikumpul dalam mushaf. Apabila mendengar ayat, ada yang menghafalnya dan ada yang menulisnya pada apa-apa sahaja objek yang ada seperti pelepah kurma, kulit kering, batu dan tulang. Orang yang alim dalam bacaan dan ilmu al-Quran banyak jumlahnya.   عن أنس بن مالك رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم بعث سبعين رجلا   يقال لهم: القراء، فعرض لهم حيان من بني سليم رعل وذكوان عند بئر معونة فقتلوهم.[1]         Maksudnya:   Daripada Anas bin Malik bahawa Nabi s.a.w. telah mengutuskan 70 lelaki yang digelar al-Qurra’ (para alim dalam bacaan dan ilmu al-Quran). Apabila mereka melewati perigi Ma‘unah, dua kampung daripada Bani Sulaim telah menyerang dan membunuh mereka.     Selain daripada mereka terdapat ramai lagi al-Qurra’ (para hafiz) seperti empat khulafa’, Abdullah bin Mas‘ud, Salim Maula Abi Huzaifah, Ubai bin Ka‘b, Muaz bin Jabal, Zaid bin Thabit dan Abu al-Darda’.     2- Peringkat kedua: pada zaman Abu Bakar pada tahun 12 Hijrah. Sebabnya ialah banyak al-Qurra’ (para hafiz) telah terbunuh dalam peperangan al-Yamamah. Di antara mereka ialah Salim Maula Abi Huzaifah yang mana Rasulullah s.a.w. telah memerintahkan supaya belajar al-Quran daripadanya. Abu Bakar mengeluarkan perintah supaya al-Quran dikumpul agar tidak luput.   أن عمر بن الخطاب أشار على أبي بكر رضي الله عنهما بجمع القرآن بعد وقعة اليمامة،   فتوقف تورعا، فلم يزل عمر يراجعه حتى شرح الله......

Words: 1870 - Pages: 8

Premium Essay

Juz Gems

...everything yet we cannot even imagine Allah. SubhanAllah And juz 7 ends with Allah reminding us not to insult the people who disbelieve in Allah in case they insult Allah out of enmity. We should not defame other faiths, we should not defame other people who follow other things; our job is a kind reminder, simple that’s all. Inshaa’Allah.  UMME AIMAN – There are several occasions in history when Shaytan moaned & cried * When he was cursed by Allah * When he was cast down to the earth * On birth of Prophet (sw) * When Muhammad was given Nabu’a (Prophethood) * Day Surah Al-Fatiha was revealed * During the conquest of Makkah – Prophet was nursed not only by his mother Aminah, but also 3 other women * Baraqah, aka Ummu Aymen * Thuyaba * Halimah – Islam established boundaries between an infant & his milkmother * Forbidden for males to marry are their mothers, sisters, daughters, aunts * “And those mothers who breastfed you & their daughters & sisters” * This establishes relations similar to blood relations – Baraqah (“blessing”) was on the journey with Muhammad & Aminah when Aminah passed away. Baraqah brought the child back to his grandfather Abdul Mutallib after returning to Makkah. * Baraqah was a Habeshi woman from East Africa. She was previously a slave, originally owned by Abdul Mutallib, who had given her to Abdullah. When Abdullah passed away, she became Aminah’s. Later on, Prophet inherited......

Words: 6925 - Pages: 28

Free Essay

Gascoyne

...dengan kemasukan yang benar lagi mulia, serta keluarkanlah aku daripadanya dengan cara keluar yang benar lagi mulia; dan berikanlah kepadaku dari sisiMu hujah keterangan serta kekuasaan yang menolongku." Bassah: Basaq: Kerana ia membinasakan golongan ateis yang terdapat di dalamnya iaitu menghancurkan dan memusnahkannya. Iaitu si polan itu lebih tinggi daripada sahabat-sahabatnya. Mekah merupakan negeri yang berkedudukan paling tinggi kerana ia membinasakan golongan ateis. Barrah - Ar-Raks - Ar-Ritaj - Sabuhah - Salam - Salah - Tibah - Al-Azra' Al-Arsyu - Al-Arisy - Al-Arudh - Faran - Al-Muqaddasah - Al-Qadis Qarbatul Hima - Qarbatul Naml - Tukratul Ghurab - Kutha - AlMakkatan - Nadir - Al-Wadi - Ummu Rahim - Ummu Ruhm - Ummu ArRuhm - Ummul Rahamat - Ummu Rauh - Ummu Zuhm - Ummu Sabih Ummu Kutha. Kerana ia mengeluarkan zionis yang berada di dalamnya, iaitu mengusirnya. Kerana airnya berkurangan disebabkan terkeluar iaitu kekeringan. Nama-nama tambahan: An-Nasah-AnNasyah: An-Nassasah: MASJIDILHARAM Masjidilharam mempunyai banyak nama, di antaranya ialah: Baitulharam: Firman Allah s.w.t: Y ِ ang bermaksud: "Allah menjadikan Kaabah, rumah yang mulia itu, sebagai tempat tumpuan manusia (untuk menjalankan ibadat dan halhal hidup)." Kaabah: Masjidilharam: Dinamakan dengan nama Kaabah: Kerana bentuknya adalah empat persegi, setiap binaan yang tinggi dan berbentuk empat persegi dinamakan Kaabah. Firman Allah s.w.t: Yang bermaksud: "Oleh itu palingkanlah mukamu......

Words: 24634 - Pages: 99

Free Essay

History of Prophet Muhammad

...tangisnya, ia menangis menahan sedih dan tak makan beberapa hari, namun ia bermimpi, dalam mimpinya seorang wanita datang dan berkata kepadanya agar ia menjaga bayi dalam janinnya dengan baik baik. Ia berulang kali bermimpi bertemu dengan wanita tersebut yang ternyata adalah Maryam binti Imran (Ibu Isa as). Dalam mimpinya sang wanita mulia ini berkata : Kelak bayi yang ada didalam rahimmu akan menjadi manusia paling mulia sejagat raya, maka jagalah ia baik baik hingga kelahirannya. Saat ayahanda Muhammad yang mulia ini Wafat dalam usia 20 tahun (riwayat lain 17 tahun), sang bintang kita ini sedang berada dalam kandungan ibunya, beberapa tahun kemudian Bunda Sang bintang menyusul suaminya dan dimakamkan di Abwa juga. Muhammad dibawa pulang oleh Ummu Aiman dan diasuh oleh kakeknya, belum lagi hilang duka setelah ditinggal Sang Bunda, ia pun harus kehilangan kakeknya ketika umurnya belum lagi menginjak delapan tahun. Setelah kepergian sang kakek, sang bintang (Muhammad) diasuh oleh pamannya, Abu Tholib, seorang putra Abdul Mutholib yang pertama menyatakan keimanannya kepada kemenakannya sendiri (Muhammad). Pemandu ilahi selalu saja dipilihkan oleh Ilahi untuk memiliki profesi sebagai seorang gembala, melalui profesi ini beliau mengarungi beberapa waktu kehidupannya untuk menjadi “gembala” domba yang lebih besar, inilah pilihan Ilahi yang memilihkan baginya sebuah jalan dimana hal ini penting bagi orang yang akan berjuang melawan orang-orang hina yang berpikiran sampai......

Words: 5693 - Pages: 23