Free Essay

Syariah Accounting

In: Business and Management

Submitted By LBahiroh
Words 2298
Pages 10
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH (KDPPLKS)
Untuk melengkapi tugas matakuliah Akuntansi dan Keuangan Syariah

Oleh:
Lu’luil Bahiroh
115020300111041
Akuntansi CA

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2013
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH A. Tujuan dan Peranan Kerangka Dasar
Kerangka dasar ini menyajikan konsep yang medasari penyusunan dan penyajian laporan keuangan bagi para penggunanya. Tujuan kerangka dasar ini adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi: 1) Penyusunan standar akuntansi keuangan syariah, dalam pelaksanaan tugasnya. 2) Penyusunan laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi syariah yang belum diatur dalam standar akuntansi syariah. 3) Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah leporan keuangan disusun sesuai dengan prinsip akuntasi syariah yang berlaku umum. 4) Para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai dengan standar akuntansi keuangan syariah.

B. Pemakai dan Kebutuhan Informasi
Pemakai laporan keuangan meliputi investor sekarang dan investor potensial; pemilik dana qardh; pemilik dana investasi mudharabah; pemilik dana titipan; pembayaran; pengawas syariah; karyawan; pemasok dan mitra usaha lainnya; pelanggan; pemerintah serta lembaga-lembaganya; dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi beberapa kebutuhan informasi yang berbeda.
Beberapa kebutuhan ini meliputi: 1) Investor. Investor dan penasehat berkepentingan dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu menentukan apakah harus membeli, menahan, atau menjual investasi tersebut. Pemegang saham juga tertarik pada informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan entitas syariah untuk membayar deviden. 2) Pemberi dana qardh. Pemeberi dana qardh tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana qardh dapat dibayar pada saat jatuh tempo. 3) Pemilik dana syirkah temporer. Pemilik dana syirkah temporer yang berkepentingan akan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk mengambil keputusan investasi dengan tingkat keuntungan yang bersaing dan aman. 4) Pemilik dana titipan. Pemilik dana titipan tertarik dengan informasi keuangan yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah dana titipan dapat diambil setiap saat. 5) Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah, dan wakaf. Pembayar dan penerima zakat, infak, sedekah, dan wakaf, serta mereka yang berkepentingan akan informasi mengenai sumber dan penyaluran dana tersebut, 6) Pengawas syariah. Pengawas syariah yang berkepentingan dengan informasi tentang kepatuhan pengelola bank akan prinsip syariah. 7) Karyawan. Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas entitas syariah. Mereka juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan entitas syariah dalam memberikan balas jasa, manfaat pensiun dan kesempatan kerja. 8) Pemasok dan mitra usaha lainnya. Pemasok dan mitra lainnya tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terhutang akan dibayar pada saat jatuh tempo. Mitra usaha berkepentingan pada entitas syariah dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi pinjaman qardh kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka teegantung pada kelangsungan hidup entitas syariah. 9) Pelanggan. Pelanggan berkepentingan dengan informasi mengenai kelangsungan hidup entitas syariah, terutama kalau mereka terlibat dalam perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada entitas syariah. 10) Pemerintah. Pemerintah dan berbagai lembaga yang berada di bawah kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu berkepentingan dengan aktivitas entitas syariah. Mereka juga membutuhkan informasi untuk mengatur aktivitas entitas syariah, menetapkan kebijakan pajak dan sebagai dasar untuk menyusun statistik pendapatan nasional dan statistik lainnya. 11) Masyarakat. Entitas syariah mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara. Misalnya, entitas syariah dapat memberikan kontribusi berarti pada perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang diperjakan dan perlindungan kepada penanam modal domestic. Laporan keuangan dapat membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan (trend) dan perkembangan terakhir kemakmuran entitas syariah serta rangkaian aktivitasnya.

C. Paradigma Transaksi Syariah
Alam semesta diciptakan oleh Tuhan sebagai amanah (kepercayaan ilahi) dan sarana kebahagiaan hidup bagi seluruh umat manusia utnuk mencapai kesejahteraan hakiki secara material dan spiritual (al-falah).
Substansinya:
1. Aktivitas umat manusia memiliki akuntabilitas dan nilai illahiah yang menempatkan perangkat syariah dan akhlak sebagai parameter baik dan buruk, benar dan salahnya aktivitas usaha. 2. Terbentuk integritas yang membentuk karakter tata kelola yang baik dan disiplin pasar yang baik.

D. Asas Transaksi Syariah – Bisnis Syariah
Transaksi syariah berasaskan pada prinsip: (1) Persaudaraan (ukhuwah)
Merupakan nilai universal yang menata interkasi sosial dan harmonisasi kepentigan para pihak untuk kemanfaatan secara umum dengan semangat saling tolong menolong. Transaksi syariah menjunjung tinggi nilai kebersamaan dalam memperoleh manfaat (sharing economics) sehingga seseorang tidak boleh mendapat keuntungan diatas kerugian orang lain. Ukhuwah dalam transaksi syariah berdasarkan prinsip saling mengenal (ta’aruf), saling memahami (tafahum), saling menolong (ta’awun), saling menjamin (takaful), serta saling bersinergi dan beraliansi (tahaluf). (2) Keadilan (‘adalah)
Pada dasarnya menempatkan sesuatu hanya pada tempatnya dan memberikan sesuatu hanya pada yang berhak serta memperlakukan sesuatu sesuai posisinya. Implementasi keadilan dalam kegiatan usaha berupa aturan prinsip muamalah yang melarang adanya unsur: a. Riba unsur bunga dalam segala bentuk dan jenisnya, baik riba nasihah maupun fadhl. b. Kezaliman unsur yang merugikan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. c. Maysir unsur judi dan sikap spekulatif d. Gharar unsur ketidakjelasan e. Haram unsur haram baik dalam barang maupun jasa serta aktivitas operasional yang terkait. (3) Kemaslahatan (maslahah)
Merupakan segala bentuk kebaikan dan manfaat yang berdimensi duniawi dan ukhrawi, material dan spiritual, serta individual dan kolektif. Kemaslahatan yang diakui harus memenuhi dua unsur yakni kepatuhan syariah (halal) serta bermanfaat dan membawa kebaikan (thayib) dalam semua aspek secara keseluruhan yang tidak menimbulkan kemudharatan. Transaksi syariah yang dianggap bermaslahat harus memnuhi secara keseluruhan unsur-unsur yang menjadi tujuan ketetapan syariah (maqasid syariah) yaitu pemeliharaan terhadap: (a) akidah, keimana, dan ketakwaan (dien); (b) akal (‘aql); (c) keturunan (nasl); (d) jiwa dan keselamatan (nafs); dan (e) harta benda (mal). (4) Keseimbangan (tawazun)
Pada dasarnya meliputi keseimbangan aspek material dan spiritual, aspek privat dan publik, sektor keuangan dan sektor riil, bisnis dan sosial, serta keseimbangan aspek pemanfaatan dan pelestarian. Transaksi syariah tidak hanya menekankan pada maksimalisasi keuntungan perusahaan semata untuk kepentingan pemilik (shareholder). Sehingga manfaat yang didapatkan tidak hanya difokuskan pada pemegang saham, akan tetapi pada semua pihak yang dapat merasakan manfaat adanya suatu kegiatan ekonomi. (5) Universalisme (syumuliyah)
Pada dasarnya dapat dilakukan oleh, dengan, dan untuk semua pihak yang berkepentingan (stakeholder) tanpa membedakan suku, agama, ras, dan golongan, sesuai dengan semangat kerahmatan semesta (rahmatan lil alamin).

E. Karakteristik Transaksi Syariah
Implementasi transaksi yang sesuai dengan paradigm dan asas transaksi syariah harus memenuhi karakteristik dan persyaratan sebagai berikut: a) Transaksi hanya dilakukan berdasarkan prinsip saling paham dan saling ridha b) Prinsip kebebasan bertransaksi diakui sepanjang objeknya halal dan baik (thayib) c) Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar dan satuan pengukur nilai, bukan sebagai komoditas d) Tidak mengandung unsur riba e) Tidak mengandung unsur kezaliman f) Tidak mengandung unsur maysir g) Tidak mengandung unsur gharar h) Tidak mengandung unsur haram i) Tidak menganut prinsip nilai waktu dari uang (time value of money) karena keuntungan yang didapat dalam kegiatan usaha terkait dengan resiko yang melekat pada kegiatan usaha tersebut sesuai dengan prinsip al-ghunmu bil ghummi (no gain without accompanying risk) j) Transaksi dilakukan berdasarkan suatu perjanjian yang jelas dan benar serta untuk keuntungan semua pihak tanpa merugikan pihak lain sehingga tidak diperkenankan menggunakan standar ganda harga untuk satu akad serta tidak menggunakan dua transaksi bersamaan yang berkaitan (ta’alluq) dalam satu akad k) Tidak ada distorsi harga melalui rekayasa permintaan (najasy), maupun melalui rekayasa penawaran (ihtikar) l) Tidak mengandung unsur kolusi dengan suap menyuap (risywah)
Karakteristik tersebut dapat diterapkan pada transaksi syariah dapat berupa aktivitas bisnis yang bersifat komersial maupun aktivitas sosial yang bersifat nonkomersial. F. Asumsi Dasar 1. Dasar Akrual
Dengan menggunakan dasar akrual, pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui pada saat kejadian (bukan pada saat kas atau setara kas diterima atau dibayar) dan diungkapkan dalam catatan akuntansi serta dilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang bersangkutan. Laporan keuangan yang disusun atas dasar akrual memberikan informasi kepada pemakai tidak hanya transaksi masa lalu yang melibatkan penerimaan dan pembayaran kas, tetapi juga kewajiban pembayaran kas dimasa depan serta sumber daya yang merepresentasikan kas yang akan diterima di masa depan. Oleh karena itu, laporan keuangan menyediakan jenis informasi transaksi masa lalu dan peristiwa lainnya yang paling berguna bagi pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Penghitungan pendapatan untuk tujuan pembagian hasil usaha menggunakan dasar kas. Dalam hal prinsip pembagian hasil usaha berdasarkan bagi hasil, pendapatan atau hasil yang dimaksud adalah keuntungan bruto (gross profit). 2. Kelangsungan Usaha
Laporan keuangan biasanya disusun atas dasar asumsi kelangsungan usaha entitas syariah dan akan melanjutkan usahanya di masa depan. Karena itu, entitas syariah diasumsikan tidak bermaksud atau berkeinginan melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya. Jika maksud atau keinginan tersebut timbul, laporan keuangan mungkin harus disusun dengan dasar yang berbeda dan dasar yang digunakan harus diungkapkan.

G. Pengakuan
Pengakuan dilakukan dengan menyatakan pos tersebut baik dalam kata-kata maupun dalam jumlah uang dan mencantumkannya ke dalam neraca atau laporan laba rugi. Pos yang memenuhi kriteria tersebut harus diakui dalam neraca atau laporan laba rugi. Kelalaian untuk mengakui pos semacam itu tidak dapat diralat melalui pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan maupun melalui catatan atau materi penjelasan.
Pos yang memenuhi definisi suatu unsur harus diakui kalau: a) Ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang berkaitan dengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam entitas syariah b) Pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur dengan andal. H. Pengukuran a. Biaya historis
Asset dicatat sebesar pengeluaran kas (atau setara kas) yang dibayar atau sebesar nilai wajar dari imbalan (consideration) yang diberikan untuk memperoleh asset tersebut pada saat perolehan. Kewajiban dicatat sebesar jumlah yang diterima sebagai penukar dari kewawjiban (obligation), atau dalam keadaan tertentu (misalnya, pajak penghasilan), dalam jumlah kas (atau setara kas) yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha yang normal. b. Biaya kini (current cost)
Asset dinilai dalam jumlah kas (atau setara kas) yang seharusnya dibayar bila asset diperoleh sekarang. Kewajiban dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan (undiscounted) yang mungkin akan diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban (obligation) sekarang. c. Nilai realisasi / penyelesaian (realizable/settlement value)
Asset dinyatakan dalam jumlah kas (atau setara kas) yang dapat diperoleh sekarang dengan menjual asset dalam pelepasan normal (orderly disposal). Kewajiban dinyatakan sebesar nilai penyelesaian; yaitu, jumlah kas (atau setara kas) yang tidak didiskontokan yang diharapkan akan dibayarkan untuk memenuhi kewajiban dalam pelaksanaan usaha normal.

I. Tujuan Laporan Keuangan Syariah
Tujuan laporan keuangan adalah menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan suatu entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi. Di samping itu, tujuan lainnya adalah: a) Meningkatkan kepatuhan terhadap prinsip syariah dalam semua transaksi dan kegiatan usaha. b) Informasi kepatuhan entitas syariah terhadap prinsip syariah, serta informasi asset, kewajiban, pendapatan dan beban yang tidak sesuai dengan prinsip syariah, bila ada, dan bagaimana perolehan dan penggunaannya. c) Informasi untuk membantu mengevaluasi pemenuhan tanggung jawab entitas syariah terhadap amanah dan mengamankan dana, menginvestasikannya pada tingkat keuntungan yang layak. d) Informasi mengenai tingkat keuntungan investasi yang diperoleh penanaman modal dan pemilik dana syariah temporer, dan informasi mengenai pemenuhan kewajiban (obligation) fungsi sosial entitas syariah, termasuk pengelolaan dan penyaluran zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Laporan keuangan yang disusun untuk tujuan ini memenuhi kebutuhan bersama sebagian besar pemakai. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan manajemen (stewardship) atau pertanggung jawaban manajemen atas sumber daya yang dipercayakan kepadanya. J. Bentuk Laporan Keuangan Syariah a. Posisi Keuangan Entitas Syariah, disajikan sebagai Neraca. b. Informasi Kinerja Entitas Syariah, disajikan dalam Laporan Laba Rugi. c. Informasi Perubahan Posisi Keuangan Entitas Syariah. d. Informasi Lain, seperti: Laporan Penjelasan tentang Pemenuhan Fungsi Sosial Entitas Syariah. e. Catatan dan Skedul Tambahan.

K. Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan Syariah a) Dapat Dipahami
Pemakai diasumsikan memiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi dan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajari informasi dengan ketekunan yang wajar. Namun demikian, informasi kompleks yang seharusnya dimasukkan dalam laporan keuangan tidak dapat dikeluarkan hanya atas dasar pertimbangan bahwa informasi tersebut terlalu sulit untuk dipahami oleh pemakai tertentu. b) Relevan
Infomasi harus relevan untuk memenuhi kebutuhan pemakai dalam proses pengambilan keputusan. Informasi memiliki kualitas relevan kalau dapat mempengaruhi keputusan ekonomi pemakai dengan membantu mereka mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini, atau masa depan, menegaskan, atau mengkoreksi. Relevan berarti juga berguna untuk peramalan (predictive) dan penegasan (confirmatory) berkaitan satu sama lain. c) Keandalan
Informasi memiliki kualitas andal (reliable) jika bebas dari pengertian yang menyesatkan, kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang jujur (faithful representation) dari yang seharusnya atau yang secara wajar diharapkan dapat disajikan. Apabila informasi tersebut relevan, namun penyajiannya tidak andal, maka penggunaan informasi tersebut secara potensial dapat menyesatkan. d) Dapat Diperbandingkan
Pemakai harus dapat memperbandingkan laporan keuangan entitas syariah antar periode untuk mengidentifikasi kecenderungan (trend) posisi dan kinerja keuangan. Pemakai juga harus dapat memperbandingkan laporan keuangan antar entitas syariah untuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja, serta perubahan posisi keuangan secara relatif. Oleh karena itu, pengukuran dan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk entitas syariah tersebut, antar periode entitas syariah yang sama, untuk entitas syariah yang berbeda, maupun dengan entitas lain.
Implikasi penting dari karakteristik ini adalah pemakai harus mendapat informasi tentang kebijakan ekuntansi yang digunakan dalam penyusunan laporan keuangan dan perubahan kebijakan serta pengaruh perubahan tersebut. Para pemakai harus dimungkinkan untuk dapat mengidentifikasi perbedaan kebijakan akuntansi yang diberlakukan untuk transaksi serta peristiwa lain yang sama dalam sebuha entitas syariah dari satu periode ke periode dan dalam entitas syariah yang berbeda. Ketaatan pada standar akuntansi keuangan syariah, termasuk pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh entitas syariah, membantu pencapaian daya banding.

L. Unsur Laporan Keuangan Syariah 1. Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan komersial yang terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, laporan arus kas, laporan perubahan ekuitas. 2. Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan sosial meliputi laporan sumber dan penggunaan dana zakat serta laporan sumber dan penggunaan kewajiban. 3. Komponen laporan keuangan lainnya yang mencerminkan kegiatan dan tanggung jawab khusus entitas syariah tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

KDPPLKS (PSAK 101). 2009. IAI. Jakarta
Nurhayati, Sri dan Wasilah. 2008. Akuntansi Syariah di Indonesia, Edisi 2. Jakarta: Salemba Empat
Safira. 2012. Modul Akuntansi Perbankan Syariah, Kerangka Dasar Penyusunan dan Penyajian Keuangan Bank Syariah. Universitas Mercu Buana…...

Similar Documents

Premium Essay

Accounting

...and resources most accountancy students fail because “accounting assignments/problems are very time consuming and sometimes not easy to understand” (Francisco Vazquez, 2012). And those students don’t want their minds to explode and waste their time to come up with an answer or solution that they choose to play video games or surf the net than answering their math question/s. And these are also some habits why most accountancy students fail: 1. Not Attending Class 2. Not Doing Assignments 3. Not Taking Notes 4. Relying on Other Students 5. Not Managing Time Well 6. Procrastinating / Doing Last Minute Work 7. Not Following Instructions or Directions 8. Not Participating in Class 9. Mind-Blocking / Negative Thinking 10. Blaming Your Teacher And these are some explanation for some habits why most accountancy students fail based from the opinion of the author. 1. Not Attending Class. This one can really get my goat. I mean, the subject is not really that easy (especially if this is the first time you’re taking accounting, it’s almost like a foreign language to you) and if you don’t attend it, what will you really learn? Nothing beats attending class religiously to hear and see everything firsthand. 2. Not Doing Assignments. Now this they do all the time. As if they can pass if they don’t do their assignments. Personally, I think the only way to get good results from an accounting subject is to do the exercises and assignments......

Words: 3063 - Pages: 13

Free Essay

Maqasid Syariah

...Aplikasi Maqasid Syariah dalam Hubungan Etnik Maqasid berasal daripada perkataan “maqsud” atau “maqsad” yang membawa erti kehendak, matlamat atau tujuan. Maka, Maqasid Al-Syariah bermaksud tujuan, natijah atau maksud yang dikehendaki oleh syarak melalui sumber dalilnya menerusi Al-Quran dan Al-Sunnah. Maqasid syariah terdiri daripada dua perkataan iaitu ”maqasid” dan ”syari’ah”. Kedua-duanya mempunyai pengertian yang berlainan jika ia didefinisikan secara berasingan. Namun sebagai satu perkataan ”maqasid al Shari’ah” dalam hubungan etnik didefinisikan sebagai berikut: Al-Ghazali mengatakan Maqasid syariah sebagai objektif dalam kehidupan manusia meliputi lima perkara iaitu menjaga agama, nyawa, akal, keturunan dan harta benda. Oleh itu apa sahaja yang terkandung dalam penjagaan lima perkara tersebut adalah maslahah (kebaikan) dan pengabaian terhadapnya membawa kepada mafsadah (kerosakan). Dengan lain perkataan ianya merupakan objektif syariah dan rahsia (hikmah) yang mana Allah SWT letakkan pada setiap hukum yang terdapat dalam syariah. Para ulama’ telah membahagikan maqasid syariah kepada lima: 1. Memelihara agama (Hifz al-Din) 2. Memelihara nyawa (Hifz al-Nafs) 3. Memelihara kehormatan atau keturunan (Hifz al-Nasb) 4. Memelihara akal (Hifz al-Aql) 5. Memelihara harta benda (Hifz al-Mal) Dalam konteks hubungan etnik, kelima-lima maqasid syariah ini boleh di aplikasikan bagi mengukuhkan perhubungan antara etnik. Menjaga agama dalam konteks...

Words: 1042 - Pages: 5

Premium Essay

Accounting

...NOTE THAT: FORM C is designed to formalise requests to the ABDC Journals Review Panel 2013 seeking an upgrade in rating of an academic journal which is currently included and rated in the ABDC 2010 list e.g. seeking to raise a rating from a “B” to an “A” journal. Please complete a separate form relating to each journal for which you wish to make a submission of this type. Journal Title: MALAYSIAN ACCOUNTING REVIEW       QC1. FIELD of RESEARCH (FoR) PANEL to which this request is directed (tick one box only):  0806 Information Systems  1401-1499 Economics  1501 Accounting  1502 Finance  1503 Management  1504-07 Marketing/Tourism/Logistics  180105/1801025 Business and Taxation Law   QC2. WHAT ABDC 2013 RATING DO YOU PROPOSE FOR THIS JOURNAL?  A*  A B C   QC3. WHAT ABDC 2010 RATING WAS THIS JOURNAL ASSIGNED?  A*  A B C   QC4. WHAT ERA 2010 RATING WAS THIS JOURNAL ASSIGNED?  A*  A B C  not applicable   QC5. NOMINATE “THE BEST” COMPARATOR JOURNAL (journal from the ABDC 2010 list that is most similar in research quality): ASIAN REVIEW OF ACCOUNTING   QC6. JOURNAL INFORMATION Editor’s Name: PROF. DR NORMAH OMAR Web Address: http://ari.uitm.edu.my/mar.html Institution: UNIVERSITI TEKNOLOGI MARA     NATURE OF SUBMISSION   QC7. Primary submitter type (tick one box only)  Higher Education Institutional Submission (e.g. formal submission from Business Faculty/School)  Peak Body Submission (e.g. AFAANZ, ANZAM)  Individual......

Words: 3679 - Pages: 15

Free Essay

Accounting & Auditing

...The Importance of Islamic Accounting in Modern Era by: Chusnul Asfadillah Student of Airlangga University, Surabaya, Indonesia +62899 372 1772 Ines Nur Latifah Student of Airlangga University, Surabaya, Indonesia +62878 8432 3738 DR. Raditya Sukmana Lecturer of Airlangga University, Surabaya, Indonesia + 62 878 5421 6776 ABSTRACT Purpose – This paper aims to determine the importance of the Islamic Accounting in modern era. In particular, the paper analyzes the values of the Islamic principles in the accounting process that prevent the unexpected activity such as fraud, dishonest etc to appear in reality. Arthur Anderson case was a result of the fraudulent activities that lead to its termination. Certainly this kind of case is expecting not to be happened in the future. Design/methodology/approach – The paper adopts the descriptive analysis and elaboration of the important element of the Islamic principles used in the accounting process. Furthermore, this paper attempt to make clear distinction between values underlying the Islamic accounting and that of the conventional accounting. Findings – the comparison of those two systems leads to the conclusion that the value in Islam such as honest, fair, truth (which is important in the Islamic accounting process) has more meaning than the similar value of in the conventional accounting. Hold firmly the Islamic value obviously leads to the decrease fraudulent practices and other unexpected activities. Moreover, it increases the......

Words: 4072 - Pages: 17

Free Essay

Peluang Tantangan Bank Syariah

...Prospek dan Tantangan Ekonomi Syariah di Indonesia Oleh : Adiwarman A. Karim1 Perkembangan bank syariah mulai terasa sejak dilakukan amandemen terhadap UU No. 7/1992 menjadi UU No. 10/1998 yang memberikan landasan operasi yang lebih jelas bagi bank syariah. Sebagai tindak lanjut UU tersebut, Bank Indonesia (BI) mulai memberikan perhatian lebih serius terhadap pengembangan perbankan syariah, yaitu membentuk satuan kerja khusus pada April 1999. Satuan kerja khusus ini menangani penelitian dan pengembangan bank syariah (Tim Penelitian dan Pengembangan Bank Syariah dibawah Direktorat Penelitian dan Pengaturan Perbankan) yang menjadi cikal bakal bagi Biro Perbankan Syariah yang dibentuk pada 31 Mei 2001, dan sekarang resmi menjadi Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia sejak Agustus 2003. Dengan semakin banyakya jumlah bank syariah, struktur pasar syariah pun berubah dari monopoli menjadi oligopoly, yang menyebabkan semakin tingginya tingkat persaingan diantara bank syariah. Sehingga, agar mampu bersaing dengan bank konvensional, bank inipun merubah strateginya. Sampai dengan Desember 2003, pemain dalam industri perbankan syariah terdiri dari 2 bank umum syariah (BUS) dan 8 unit usaha syariah (UUS) dari bank umum konvensional (BUK) yang seluruhnya memiliki jaringan kantor berjumlah 119 KCS (Kantor Cabang Syariah), serta 84 BPRS (Bank Perkreditan Rakyat Syariah). Peningkatan jumlah pemain dalam industri perbankan syariah terlihat cukup pesat bila dibandingkan keadaan akhir...

Words: 677 - Pages: 3

Free Essay

Peran Pasar Modal Syariah Dalam Transmisi Kebijakan Moneter Indonesia

...PERAN PASAR MODAL SYARIAH DALAM TRANSMISI KEBIJAKAN MONETER INDONESIA (Studi Kasus Jakarta Islamic Index) Sebuah Refleksi Penerapan Ekonomi Islam di Sektor Pasar Modal AHMAD NASHRUDDIN NIM. S.0812.049 SEKOLAH TINGGI EKONOMI ISLAM (STEI) TAZKIA BOGOR 2012 BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Pemberitaan mengenai kebijakan moneter bank sentral pada umumnya selalu menarik perhatian masyarakat. Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 4 Februari 2011 memutuskan untuk menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) atau 0,25% menjadi 6,75%, keputusan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk mengendalikan ekspektasi inflasi ke depan yang mulai meningkat.1 Kebijakan tersebut berdampak pada kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 15,34 poin atau 0,44 persen menjadi 3.496,17 basis poin. Sedangkan indeks LQ45 naik 3,636 poin atau 0,59 persen ke posisi 616,200 basis poin pada penutupan hari itu.2 Gambaran di atas menunjukkan besarnya pengaruh kebijakan moneter terhadap berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan. Hal demikian tidak mengherankan karena kebijakan moneter memang ditempuh bank sentral untuk mempengaruhi dan mengarahkan berbagai aktivitas ekonomi dan keuangan tersebut kepada tujuan yang ingin dicapai, yang pada umumnya kestabilan harga, dengan mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi.3 Pertanyaannya adalah bagaimana proses pengaruh kebijakan moneter ini terjadi. Seperti halnya kebijakan moneter berpengaruh ekspektasi para pelaku ekonomi di......

Words: 10238 - Pages: 41

Premium Essay

Accounting

... AN OVERVIW OF CREATIVE ACCOUNTING AND WINDOW DRESSING Introduction: Every organization is expected to operate within the confinement of best practices or core competence at least, which has tendency of leading them to distinctive competence or exceptional practice. Since business operations center basically on finance, firms therefore take the accounting records of their organizations very serious as it determines their stay in industry or extinction from the market (business operations). It is for the purpose of staying in business that firms have devised means to do so. It is necessary therefore to state that firms either do so legally or some do so illegally. This thus, brings one to the concept of creative accounting and window dressing. THE CONCEPT OF CREATIVE ACCOUNTING AND WINDOW-DRESSING Creative Accounting Creative accounting, also called aggressive accounting, Hollywood accounting, earnings management, or cooking the books, is the manipulation of financial numbers, usually within the letter of the law and accounting standards, but very much against their spirit and certainly not providing the “true and fair” view of a company that accounts are supposed to. Creative accounting is almost aliened with tax avoidance. It is such that legal means are used to manipulate the accounts of a firm such that even though they are legal, they can present a false view about the firm’s financial statement. A typical aim of creative accounting will be to inflate profit figures.......

Words: 1289 - Pages: 6

Free Essay

Accounting

...HR Manager, Business Support Manager. 3. Management Control dengan posisi sebagai Business Assurance Manager, Risk Manager, Compliance Manager, Internal Auditor. 4. Accounting & Stakeholder Communications sebagai Group Controller, Head of Reporting, Investor Relation Manager, Finance & Accounting Manager. 5. Di Sektor Publik; seorang CA memiliki kemampuan untuk menduduki posisi sebagai pejabat yang bertanggung jawab terhadap laporan keuangan entitas sektor publik. 6. Akademisi; seorang CA memiliki kemampuan untuk menduduki posisi sebagai dosen, pimpinan fakultas/universitas. 7. Auditor*; seorang CA memiliki kemampuan untuk menduduki posisi sebagai auditor partner penandatangan laporan audit. Dengan fungsi di posisi puncak inilah seorang CA dapat dikatakan berperan sebagai creators, enablers, preservers dan reporters untuk menciptakan sustainable value dalam bisnis. • Overview atas conceptual framework dalam pelaporan keuangan entitas komersial, entitas publik/pemerintah, ETAP, dan entitas berlandaskan syariah dan perbedaan diantara conceptual framework • Studi kasus atas penggunaan conceptual framework dalam pelaporan keuangan • Pelaporan keuangan ETAP dan nirlaba, perbedaan standar akuntansi untuk ETAP dan IFRS, Penerapan standar akuntansi untuk ETAP • Transaksi berbasis syariah dan pelaporan keuangan syariah • Kombinasi bisnis dan konsolidasi • Pengaruh perubahan kurs valuta asing • Properti investasi, sewa, dan penurunan nilai aset • mbalan kerja • Pendapatan,......

Words: 2212 - Pages: 9

Free Essay

Syariah Card

...SUMBER HUKUM SYARIAH CARD a. Berdasarkan Firman Allah SWT 1. QS. Al-Isra’: 34 dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa; dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya. 2. QS. Al-Ma’idah: 2 Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi´ar-syi´ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. 3. QS Al-Furqan: 67 Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebih-lebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) ditengah-tengah antara yang demikian. 4. Al Isra’: 26-27 Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya. 5.......

Words: 728 - Pages: 3

Free Essay

Accounting

...UNIVERSITY OF EDUCATION WINNEBA COLLEGE OF TECHNOLOGY EDUCATION KUMASI NAME : ASSEM GABRIEL AKROFI PROGRAMME : BSc (ACCOUNTING EDUCATION) LEVEL : 100 CLASS : B SUBJECT : ACCOUNTING COURSE CODE : ACC 111 NAME OF LECTURER : J.Y DWOMMOR INDEX NUMBER : 5151010092 QUESTION With the introduction of computer, accounting as an area of studying has out lead its importance because with two or three weeks of training, a computer programmer can prepare financial statement using computer application. A. What extend do you agree or disagree with this statement? B. In not less than two and less than five pages, write an essay on this issue. SOLUTION I disagree with the motion that a computer programmer can prepare financial statement on his own. To set the issue burning, let us consider who an accountant is and the role he or she performs in an organization as compared to a computer programmer. An accountant is anyone who monitors and records the flow of money through a business or an organization. He or she verify the accuracy of all monetary transactions and to make sure that all these are legal and follow correct guidelines. Accountants may choose to work private individuals and help them with their financial decisions, tax returns or other money related issues. The accountant practises accountancy and accounting which is the disclosure, measurement or provision of assurance about financial information which help investors, tax authorities,......

Words: 1379 - Pages: 6

Premium Essay

Accounting

...Cost & Management Accounting Reporting System -Necessity, Role & Control Framework: An Analysis Management & Cost Accounting Reporting Systems are interwoven in the management processes of all well managed organizations across the globe. The necessity of such reporting systems is going to increase in future as the market-place become highly competitive and organization functions become more complicated and inter-twined. This fact also brings to fore the necessity of a common control framework to monitor this system so that it can contribute effectively and efficiently to the pre-determined organizational goals. What is Cost & Management Accounting Reporting Systems? Cost Accounting Reporting System deals with the process of tracking, measuring, recording and classifying the appropriate allocation of expenditure (financial and non-financial) for the determination of the cost of product or service in an organization and for the presentation of suitably arranged data for the purpose of control and guidance of management ( Horngren et al, 2010). Costs are measured in terms of Direct Costs, Indirect Costs and Overhead / Absorbed Costs. Managers use cost accounting to support decision making to reduce a company's costs of products and services and improve its profitability. Management Accounting Reporting System is concerned with the process of identification, measurement, accumulation, analysis, preparation, interpretation and communication of financial and......

Words: 1912 - Pages: 8

Premium Essay

Accounting

...Accounting or accountancy is the measurement, processing and communication of financial information about economic entities.[1][2] The modern field was established by the Italian mathematician Luca Pacioli in 1494.[3] Accounting, which has been called the "language of business",[4] measures the results of an organization's economic activities and conveys this information to a variety of users, including investors, creditors, management, and regulators.[5] Practitioners of accounting are known as accountants. The terms 'accounting' and 'financial reporting' are often used as synonyms. Accounting can be divided into several fields including financial accounting, management accounting, auditing, and tax accounting.[6]Accounting information systems are designed to support accounting functions and related activities. Financial accounting focuses on the reporting of an organization's financial information, including the preparation of financial statements, to external users of the information, such as investors, regulators and suppliers;[7] and management accounting focuses on the measurement, analysis and reporting of information for internal use by management.[1][7] The recording of financial transactions, so that summaries of the financials may be presented in financial reports, is known as bookkeeping, of which double-entry bookkeeping is the most common system.[8] Accounting is facilitated by accounting organizations such as standard-setters, accounting firms and......

Words: 279 - Pages: 2

Premium Essay

Accounting

...The future of the accounting profession will be a period of increased change and continuous development. The industry will require new levels of business flexibility and competition will intensify because new industry entrants will outsource and automate accounting, audit, and tax professionals, especially for routine and lower-value services. Financial service companies, banks, software and Internet firms will soon offer an increasing amount of accounting and tax-related products and services. Outsourcing to lower-cost countries will also continue to grow in the future. India, for example, already attracts global accounting work and other countries are moving into this field. Seeing opportunity, the government has targeted accounting outsourcing as a growth industry. Globalization will require accounting professionals to master new skills, knowledge, and standards as a growing number of clients operate across borders. The U.S. Securities and Exchange Commission has issued a plan to require U.S. companies to issue financial statements to the International Financial Reporting Standards (IFRS) by 2015. This means that practitioners will be required to gain expertise in both the U.S. Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) and IFRS reporting standards. In addition to the changes brought by IFRS, other legal requirements will continue to expand as governments at all levels increasingly require accounting professionals to help with agreements. Even accounting......

Words: 713 - Pages: 3

Premium Essay

Accounting

... THEORY OF ACCOUNTS ACCOUNTING CONCEPTS 1. Which of the following statements is/are true? I. Accounting is a service activity intended to fulfill a useful function in society II. Accounting involves the art of recording, classifying and summarizing transaction and events, and interpreting the results thereof. III. Accounting is an art but not a science IV. Accounting provides quantitative financial information intended to be useful in making economic decisions a. I, II, III, IV c. I, II, IV b. I, II, III d. II, III, IV 2. The branch of accounting concerned with the presentation of financial information primarily for use of third person outside of business enterprise. a. Financial Accounting c. Government Accounting b. Management Accounting d. All of the above 3. Accounting is an art because a. of the existence of a body knowledge governing accounting practice b. of accounting theory c. the necessity of applying creative skill and ability d. None of the above 4. Financial accounting is the branch of accounting that focuses on a. special purpose reports of financial position and results of operations b. financial statements c. the various need of statement users d. general purpose reports of financial position and results of operations 5. General-purpose information is a. not intended to satisfy the specialized needs of individual users. b. intended to satisfy the specialized needs of individual users c. not intended to satisfy the...

Words: 1052 - Pages: 5

Premium Essay

Accounting

...ACT 4000 Week 2 Materials TABLE OF CONTENTS Learning Objectives..................................................................................................... 2 Basic Accounting Concepts ....................................................................................... 3 Cash versus Accrual Accounting................................................................................7 Qualitative Characteristics of Accounting Information ...........................................9 Valuations on the Balance Sheet ................................................................................11 Effects of Transactions on Financial Statements ......................................................13 Activity #1 ....................................................................................................................19 Activity #2 ....................................................................................................................20 Activity #3 ....................................................................................................................21 Activity #4 ....................................................................................................................22 Activity #5 ....................................................................................................................23 Activity #6 ....................................................................................................................24...

Words: 10125 - Pages: 41