Risiko Audit

In: Business and Management

Submitted By andika17
Words 869
Pages 4
Pemahaman dan Penilaian Risiko Pemeriksaan

Risiko Pemeriksaan atau Audit Risk (AR) adalah risiko yang timbul karena pemeriksa, tanpa disadari, tidak memodifikasi opininya sebagaimana mestinya, atas suatu laporan keuangan yang mengandung salah saji material. AR berkaitan dengan seberapa besar kemungkinan (probabilitas) pemeriksa menyimpulkan bahwa semua asersi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun oleh manajemen (entitas) secara material adalah benar, padahal terdapat asersi yang keliru secara material. Rumus risiko pemeriksaan adalah AR=IR X CR X DR dimana IR merupakan Inherent Risk, CR merupakan Control Risk, dan DR merupakan Detection Risk.
Risiko Bawaan atau Inherent Risk (IR) adalah kerentanan suatu saldo akun atau kelas transaksi terhadap salah saji material, dengan asumsi bahwa tidak terdapat pengendalian terkait. Setiap saldo akun atau kelas transaksi memiliki risiko bawaan yang berbeda-beda.
Risiko Pengendalian adalah risiko bahwa suatu salah saji material yang terjadi dalam suatu asersi tidak dapat dicegah, dideteksi dan dikoreksi secara tepat waktu oleh pengendalian internal entitas. Risiko ini merupakan fungsi atas efektivitas desain, implementasi dan pemeliharaan pengendalian internal oleh pimpinan entitas untuk mengidentifikasi risiko yang menghambat pencapaian tujuan entitas yang relevan dengan penyusunan laporan keuangan. Risiko pengendalian hanya dapat dikurangi, tidak dapat dihilangkan karena adanya keterbatasan bawaan dalam setiap pengendalian internal. Untuk menilai risiko pengendalian dengan tepat, pemeriksa harus memahami pengendalian internal entitas dan melakukan pengujian pengendalian untuk menilai efektivitas pengendalian. Pemeriksa menilai keseluruhan tingkat risiko pengendalian untuk setiap siklus transaksi.
Risiko Deteksi adalah risiko bahwa pemeriksa tidak dapat mendeteksi salah saji material yang terdapat dalam suatu…...

Similar Documents

Tanggung Jawab Dan Tujuan Audit, Bukti Audit

...BAB 6 : TANGGUNG JAWAB DAN TUJUAN AUDIT TUJUAN PELAKSANAAN AUDIT ATAS LAPORAN KEUANGAN Tujuan dari audit biasa atas laporan keuangan oleh auditor independen adalah untuk menyatakan pendapat tentang kewajaran, dalam semua hal yang material, posisi keuangan, hasil operasi, serta arus kas sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (GAAP). Auditor mengumpulkan bukti untuk membuat kesimpulan tentang apakah laporan keuangan telah disajikan secara wajar dan untuk menentukan keefektifan pengendalian internal, setelah itu baru menerbitkan laporan audit yang tepat. Langkah-langkah untuk mengembangkan tujuan audit : 1. Memahami tujuan dan tanggung jawab audit 2. Membagi laporan keuangan menjadi berbagai siklus 3. Mengetahui asersi manajemen tentang laporan keuangan 4. Mengetahui tujuan audit umum untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan 5. Mengetahui tujuan audit khusus untuk kelas transaksi, akun, dan pengungkapan TANGGUNG JAWAB MANAJEMEN Tanggung jawab untuk mengadopsi kebijakan akuntansi yang baik, menyelenggarakan pengendalian yang memadai, dan menyajikan laporan keuangan yang wajar berada di pundak manajemen, bukan di pundak auditor. Karena menjalankan bisnis sehari-hari, manajemen perusahaan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam tentang transaksi perusahaan serta aktiva, kewajiban, dan ekuitas terkait ketimbang auditor. Sebaliknya, pengetahuan auditor akan masalah ini serta pengendalian internal hanya terbatas pada......

Words: 3546 - Pages: 15

Evaluasi Risiko Bisnis Klien Pada Dell Computer

...UTS AUDITING DAN ATESTASI DELL COMPUTER CORPORATION EVALUASI RISIKO BISNIS KLIEN [pic] OLEH: Elisa Dian Fatmawati 2012200676 PENDIDIKAN PROFESI AKUNTANSI UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2012 DELL COMPUTER CORPORATION EVALUASI RISIKO BISNIS KLIEN PENDAHULUAN Dell Computer Corporation (Dell) mendesain, mengembangkan, membuat, memasarkan, melayani, dan mendukung beragam sistem komputer, termasuk desktop, notebook, workstation, dan server network. Perusahaan juga memasarkan software, peripheral komputer, dan program layanan dan ukungan pasca jual. Produk perusahaan dijual di lebih dari 170 negara dan memiliki fasilitas manufaktur di dan sekitar Austin, Texas; Nashville, Tennessee; Eldorado do Sul, Brazil; Limerick, Irlandia; Penang, Malaysia; dan Xiamen, China. Pendapatan bersih pada tahun fiskal 2011 sebasar $61,494 milyar dan laba bersihnya sebesar $ 2,635 milyar. Strategi bisnis perusahaan adalah memberikan pengalaman konsumen terbaik lewat hubungan konsumen yang langsung dan komprehensif, penelitian dan pengembangan kooperatif bersama partner teknologi, sistem komputer custom-built, dan program layanan dan dukungan yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen. Pendekatan konsumen langsung menghapuskan kebutuhan untuk mendukung network ekstensif dari dealer wholesale dan retail. Fokus konsumen langsung sepertinya memudahkan perusahaan untuk mengurangi produknya dengan menghindari markup dealer tipikal dan menghindari biaya......

Words: 2580 - Pages: 11

Audit

... The Marketing Audit Comes Of Age Philip Kotler, William Gregor and William Rogers Comparing the marketing strategies and tactics of business units today versus ten years ago, the most striking impression is one of marketing strategy obsolescence. Ten years ago US, automobile companies were gearing up for their second postwar race to produce the largest car with the highest horsepower. Today companies are selling increasing numbers of small and medium-size cars and fuel economy is a major selling point. Ten years ago computer companies were introducing ever-more powerful hardware for more sophisticated uses. Today they emphasize mini and microcomputers and software. It is not even necessary to take a ten-year-period to show the rapid obsolescence of marketing strategies. The growth economy of 1950-1970 has been superseded by a volatile economy which produces new strategic surprises almost monthly. Competitors launch new products, customers switch their business, distributors lose their effectiveness, advertising costs skyrocket, government regulations are announced, and consumer groups attack. These changes represent both opportunities and problems and may demand periodic reorientations of the company’s marketing operations. Many companies feel that their marketing operations need regular reviews and overhauls but do not know how to proceed. Some companies simply make many small changes that are economically and politically feasible, but fail to get to the heart of the......

Words: 6893 - Pages: 28

Analisis Potensi Risiko

...i ANALISIS PREDIKSI POTENSI RISIKO FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT MELALUI FRAUD SCORE MODEL (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur y ang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010) SKRIPSI Diajukan sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1) pada Program Sarjana Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Diponegoro Disusun oleh : VIVA YUSTITIA RINI NIM. C2C008146 FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2012 i ii PERSETUJUAN SKRIPSI Nama Penyusun Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan : Viva Yustitia Rini : C2C008078 : Ekonomika dan Bisnis / Akuntansi Judul Skripsi : ANALISIS PREDIKSI POTENSI RISIKO FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT MELALUI FRAUD SCORE MODEL (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 20082010) Dosen Pembimbing : Drs. H. Tarmizi Achmad, MBA, Ph.D, Akt. Semarang, 5 Juni 2012 Dosen pembimbing, (Drs. H. Tarmizi Achmad, MBA, Ph.D, Akt.) NIP . 19550418 198603 1001 ii iii PENGESAHAN KELULUSAN UJIAN Nama Penyusun Nomor Induk Mahasiswa Fakultas/Jurusan : Viva Yustitia Rini : C2C008146 : Ekonomika dan Bisnis /Akuntansi Judul Usulan Skripsi : ANALISIS PREDIKSI POTENSI RISIKO FRAUDULENT FINANCIAL STATEMENT MELALUI FRAUD SCORE MODEL (Studi Empiris pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Tahun 2008-2010) Telah dinyatakan lulus ujian pada tanggal 20 Juni 2012 Tim Penguji......

Words: 10403 - Pages: 42

Audit

...SAMPLING AUDIT UNTUK PENGUJIAN PENGENDALIAN DAN PENGUJIAN SUBSTANTIF ATAS TRANSAKSI (Disusun Untuk Memenuhi Tugas Wajib Mata Kuliah Pengauditan) NAMA : Prisca Ramadhani F1312087 Rama Juni Tambunan F1312090 Tutut Novia Yanuarti F1312114 PROGRAM STUDI S1 TRANSFER AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2013 METODE PEMILIHAN SAMPEL NONPROBABILISTIK Metode pemilihan sampel nonprobabilistik adalah metode yang tidak memenuhi persyaratan teknis bagi pemilihan sampel probabilistic. Dalam pemilihan sampel terarah auditor dnegan sengaja memilih setiap item dalam sampel berdasarkan criteria pertimbangannya sendiri ketimbang mengunakan pemilihan acak. Pendekatan yang umumnya digunakan termasuk : * Pos yang paling mungkin mengandung salah saji * Pos yang mengandung karakteristik populasi terpilih * Cakupan nilai uang yang besar Dalam pemilihan sampel blok, auditor memilih pos pertama dalam suatu blok, dan sisanya dipilih secara berurutan. Biasanya penggunaan sampel blok hanya dapat diterima jika jumlah blok yang digunakan masuk akal. Pemilihan sampel sembarangan adalah pemilihan item atau pos tanpa bias yang disengaja oleh auditor. Dalam kasus semacam itu, auditor memilih item populasi tanpa memandang ukurannya, sumber, atau karakteristik lainnya yang membedakan. METODE PEMILIHAN SAMPLE PROBALISTIK Sampling statistic mengharuskan sampel probabilistic mengukur resiko sampling. Untuk sampel probabilistic, auditor tidak menggunakan...

Words: 1887 - Pages: 8

Audit Pengendalian Internal

...disyaratkan untuk menggunakan pekerjaan yang dilaksanakan auditor internal. Auditor Independen dapat memutuskan untuk menggunakan atau tidak menggunakan pekerjaan auditor internal. Hal ini tergantung bila auditor independen telah menentukan bahwa pekerjaan auditor internal tersebut kemungkinan relevan dengan audit yang dilakukannya yang diketahui dari hasil evaluasi auditor independen dan prosedur audit atas pekerjaan auditor internal untuk menentukan kecukupan pekerjaan tersebut untuk tujuan auditor independen , dan pengaruh yang direncanakan dari pekerjaan Auditor internal terhadap sifat, waktu, atau luas prosedur Auditor Eksternal karena jika auditor internal bekerja secara efektif dan menghasilkan pekerjaan yang relevan dengan audit yang dilakukan auditor independen maka auditor independen dapat mengurangi risiko pengendalian secara signifikan dan mengurangi pengujian substantif sehingga dapat dikatakan berpengaruh terhadap sifat, waktu atau luasnya prosedur audit yang dilakukan auditor eksternal. 4. Contoh faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan salah saji sebagai akibat kecurangan dalam pelaporan keuangan (fraudulent financial reporting) b) Faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan karakteristik dan pengaruh manajemen terhadap lingkungan pengendalian. Contoh-contoh meliputi: 1) Suatu dorongan bagi manajemen untuk melakukan kecurangan dalam pelaporan keuangan. Indikator khusus dapat mencakup: a) Bagian signifikan kompensasi manajemen......

Words: 1014 - Pages: 5

Audit Kontigensi

...sumber sebagai penyelesaian, dan c. Anggaran yang boleh dipercayai tentang amaun tanggungan. Jika keadaan ini tidak dipatuhi, peruntukan tidak perlu diiktiraf. Peruntukan juga adalah peristiwa lepas yang membawa kepada tanggungan semasa (obligating event) dan tiada pilihan selain menyelesaikan tanggungan disebabkan oleh perundangan (seperti: undang-undang, kontrak urusniaga) dan tanggungan konstruktif (seperti: polisi syarikat yang diisytiharkan) Pengukuran untuk peruntukan merupakan amaun yang diiktiraf sebagai peruntukan adalah anggaran terbaik perbelanjaan yang perlu untuk menyelesaikan tanggungan semasa pada tarikh kunci kira-kira (MFRS 137 perenggan 36). Dalam mengukur peruntukan, entiti perlu: i. Mengambilkira risiko dan ketidakpastian (MFRS 137 Perenggan 42). ii. Mendiskaun peruntukan, di mana kesan nilai masa wang adalah material (MFRS 137 Perenggan 45). iii. Mengambilkira peristiwa masa depan di mana terdapat bukti yang mencukupi bahawa ia akan berlaku (MFRS 137 Perenggan 48) iv. Tidak mengambilkira laba daripada pelupusan aset yang dijangka (MFRS 137 Perenggan 51). Bagi bayaran balik contohnya tuntutan insurans entiti boleh menjangkakan bayaran balik sebahagian atau keseluruhan perbelanjaan yang perlu untuk menyelesaikan peruntukan. Entiti perlu (MFRS 137 Perenggan 53): i. Mengiktiraf bayaran balik bila, dan hanya bila, entiti pasti bahawa bayaran balik akan diterima apabila entiti menyelesaikan......

Words: 3763 - Pages: 16

Audit

...Audit Committee Material Weaknesses in Smaller Reporting Companies December 2nd, 2010 OUTLINE: I. SUMMARY OF THE ARTICLE II. PROBLEM STATEMENT III. SUGGESTIONS FROM THE AUTHORS IV. RELEVANCE TO AUDITING ENVIRONMENT V. CONCLUSION I. Summary of the Article This report summarizes the article published by Gramling, Audrey A, Hermanson, Dana R, Hermanson, Heather M in the CPA journal of 2009. The main focus of the article is to show the importance of audit committee in auditing and analyze problems of small companies face in developing effective audit committee. The critical issue of the article is material weaknesses related to audit committee and possibility of management’s override of internal control within small companies. Before, the Sarbanes-Oxley Act, audit committees in public companies were under more pressure to understand not just a company's financial statements, but to challenge management and auditors on key accounting, internal control and compliance issues. After the financial scandals that caused firms like Enron and WorldCom to collapse, audit committees have risen from relative darkness to center stage in modern corporate world. As it’s indicated in the article, the new role, the typical audit committee is charged with many duties. Because new role of audit committee increased complexity and accountability, it's easy for directors of small public companies to feel besieged when...

Words: 1917 - Pages: 8

Seminar Audit

...auditor yg profesional maka pada saat saudara mendapat tugas audit, saudara  harus tahu apa yg dilakukan terkait dengan standar audit, jelaskan apa yg diimplementasikan? 1. Standar auditing merupakan penjabaran lebih lanjut dari masing-masing standar yang tercantum di dalam standar auditing. Standar Audit berisi ketentuan-ketentuan dan pedoman utama yang harus diikuti oleh Akuntan Publik dalam melaksanakan penugasan audit. Kepatuhan terhadap SA yang diterbitkan oleh IAPI ini bersifat wajib bagi seluruh anggota IAPI. Termasuk di dalam SA adalah Interpretasi Pernyataan Standar Auditng (IPSA), yang merupakan interpretasi resmi yang dikeluarkan oleh IAPI terhadap ketentuan-ketentuan yang diterbitkan oleh IAPI dalam PSA. Dengan demikian, IPSA memberikan jawaban atas pernyataan atau keraguan dalam penafsiran ketentuan-ketentuan yang dimuat dalam PSA sehingga merupakan perlausan lebih lanjut berbagai ketentuan dalam PSA. Tafsiran resmi ini bersifat mengikat bagi seluruh anggota IAPI, sehingga pelaksanaannya bersifat wajib. 2. Standar auditing yang telah ditetapkan dan disahkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia adalah sebagai berikut : Standar Umum * Audit harus dilaksanakan oleh seorang atau lebih yang memiliki keahlian dan pelatihan teknis yang cukup sebagai auditor. * Dalam semua hal yang berhubungan dengan perikatan, independensi dalam sikap mental harus dipertahankan oleh auditor. * Dalam pelaksanaan audit dan penyusunan laporannya, auditor wajib......

Words: 684 - Pages: 3

Audit

...PROSES PEMBUATAN STANDAR AUDIT I. KANTOR AKUNTAN PUBLIK Di Amerika Serikat audit atas semua laporan keuangan, kecuali atas organisasi pemerintah tertentu, dilakukan oleh kantor akuntan publik (KAP). Hak untuk melakukan audit diberikan kepada KAP oleh masing-masing negara bagian. Selain audit atas laporan keuangan, KAP juga memberikan jasa lainnya seperti jasa perpajakan, konsultasi, perencanaan keuangan, penilaian usaha, dan teknologi informasi. Berdasarkan ukurannya, KAP di Amerika Serikat dapat dibagi menjadi 4 kategori: 1. KAP internasional Empat Besar ← KAP jenis ini mempunyai cabang baik di Amerika Serikat maupun di seluruh dunia. Kegiatan mereka mencakup audit atas hampir semua perusahaan besar di dunia. Contoh: Delloitte & Touche, Ernst & Young, PricewaterhouseCoopers, dan KPMG. 2. KAP nasional ← KAP ini memiliki cabang hampir di setiap kota besar di Amerika Serikat. Mereka biasanya berafiliasi dengan KAP di negara lain untuk melakukan audit secara internasional. Contoh: RSM McGladey/MsGladey & Pullen, Grant Thornton, dan BDO Seidman. 3. KAP regional dan KAP lokal besar ← KAP jenis ini sebagian besar memiliki beberapa cabang di sebuah negara bagian dan melayani klien dalam jarak yang tidak terlalu jauh. Namun demikian, beberapa dari KAP jenis ini juga memiliki afiliasi internasional. Contoh: Crowe Group, BKD, Moss Adams, dan Plante & Moran. 4. KAP lokal kecil ← 95% dari KAP yang ada di Amerika Serikat merupakan KAP......

Words: 1998 - Pages: 8

Audit

...Review kuliah umum Pengauditan 2 oleh bapak Theodorus M Tuanakotta : Ada 3 topik yang dibahas pada kuliah umum yaitu IAASB (Internatioanl Auditing and Assurance Standard Board), ABR (Audit Berbasis Resiko), ISA (International Standar Auditing). Serta ada beberapa istilah lain yaitu IESBA, ISQC, ISAE. 1. IAASB Ada bagan yang menggambarkan tahap-tahap yang dilakukan auditor dalam melakukan auditing : * Kode etik : yang harus dimiliki oleh setiap auditor untuk menjalankan profesinya sebagai akuntan. * Engagement (penugasan) : yang di cover oleh IAASB * ISQC (International Standard Quality Assurance) : berhubungan dengan standar mutu atau kualitas yang harus dimiliki seorang auditor. * Assurance Engagement . terbagi 2 yaitu pertama audit and reviews berupa berupa historical,angka atau data di masa lalu, yang mana pada audit and reviews terdapat ISA dan kedua other assurance engagement Tugas seorang auditor adalah memeriksa laporan keuangan dan memberikan opini yang dibutuhkan klien. Laporan keuangan itu bisa diandaikan seperti sebuah kursi dengan 3 kaki penyangga, pertama ada entitas yang bertugas menyusun laporan keungan, kedua ada Auditor merupakan pihak independen yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan laporan keuangna dan memberikan opini yang tepat jika ada permasalahan pada perusahaan. Ketiga adalah pengguna laporan keuangan,pengguna membutuhkan bukti laporan keuangan salah satunya untuk menentukan mana perusahaan yang layak......

Words: 766 - Pages: 4

Audit

...22-31 a. Program audit untuk audit modal saham Rakin Corporation 1. Periksa anggaran dasar, anggaran rumah tangga, dan keputusan dewan direksi tentang kebijakan mengenai modal saham. Seperti nilai nominal, jumlah dan jenis saham, otorisasi penjualan saham, tambahan penjualan saham portepel, pemecahan saham dan dividen dalam bentuk uang tunai atau saham, dan pemberian opsi saham atau hak-hak saham. Menentukan catatan akuntansi yang sesuai dengan ketentuan atau keputusan tersebut dan bahwa pengungkapan yang tepat dibuat dengan catatan kaki bila perlu. 2. Periksa buku sertifikat saham apakah sesuai dengan akun Modal Saham di buku besar. Periksa sertifikat saham dibatalkan, informasi tentang jumlah saham, tanggal, dll untuk kedua sertifikat saham yang beredar dan yang dibatalkan harus dibandingkan dengan akun Modal Saham. 3. Menganalisis akun Modal Saham dari awal korporasi dan memverifikasi semua entri. Melacak semua transaksi yang melibatkan transfer uang tunai baik ke penerimaan kas atau pengeluaran kas catatan. Jika properti selain kas diterima dalam pertukaran untuk modal, melacak rekaman ke akun aset yang tepat dan mempertimbangkan kewajaran nilai aset. Transaksi menunjukkan penjualan saham dengan diskon atau premium harus ditelusuri. Analisis rekening Modal mengungkapkan apakah perusahaan terlibat dalam transaksi saham treasury, menentukan kenaikan atau penurunan aktiva bersih yang berasal dari transaksi tersebut belum ditempatkan di rekening Laba...

Words: 579 - Pages: 3

Audit

...6-22 a. The function of the independent auditor in the audit of financial statements is expression of an opinion on the fairness with which they present, in all material respects, financial position, results of operations, and its cash flows in conformity with generally accepted accounting principles. The auditor's report is the medium through which he expresses his opinion or, if circumstances require, disclaims an opinion. In either case, he states whether his audit has been made in accordance with generally accepted auditing standards. These standards require him to state whether, in his opinion, the financial statements are presented in conformity with generally accepted accounting principles and to identify those circumstances in which such principles have not been consistently observed in the preparation of the financial statements of the current period in relation to those of the preceding period. The responsibilities of the independent auditor in the audit of financial statements are planning and performing the audit to obtain reasonable assurance about whether the financial statements are free of material misstatement, whether caused by error or fraud. Because of the nature of audit evidence and the characteristics of fraud, the auditor is able to obtain reasonable, but not absolute, assurance that material misstatements are detected.   b. The responsibilities of the independent auditor for the detection of fraud is provide reasonable assurance of detecting......

Words: 566 - Pages: 3

Manajemen Risiko Suku Bunga

...MANAJEMEN RISIKO SUKU BUNGA Risiko Suku Bunga & Pengelolaannya Semua lembaga keuangan tentunya akan menghadapi suatu risiko suku bunga yang mana merupakan risiko yang dialami akibat adanya perubahan suku bunga yang terjadi di pasaran dan memberikan pengaruh tertentu terhadap perbankan. Risiko ini timbul dikarenakan adanya ketidakcocokan pada repricing aset dan kewajiban perbankan serta dapat memberikan pengaruh secara keseluruhan terhadap pendapatan dan modal perbankan. Risiko perubahan suku bunga tersebut dapat saja berakibat pada timbulnya kerugian maupun keuntungan yang akan dialami perbankan. Berkaitan dengan perubahan suku tingkat suku bunga, dalam hal ini terdapat 3 faktor utama yang memengaruhi perubahan tingkat suku bunga, diantaranya : * Kondisi ekonomi global. * Stabilitas ekonomi dalam negeri. * Stabilitas sosial dan politik dalam dan luar negeri. Dikarenakan adanya perubahan dan fluktuasi tingkat suku bunga secara tidak menentu, deregulasi, dan pertumbuhan produk-produk baik on maupun off-balance-sheet pada perbankan, hal tersebut kemudian menciptakan kerumitan dan tantangan tertentu bagi perbankan sehingga manajemen risiko suku bunga adalah hal yang mutlak diperlukan untuk menghadapi segala tantangan dan risiko yang ada. Manajemen risiko suku bunga dalam hal ini terdiri dari beragam kebijakan, aksi, dan teknik yang dapat digunakan perbankan untuk mereduksi risiko menurunan net equity yang diakibatkan dari adanya adverse change dari suku bunga. Sumber...

Words: 1781 - Pages: 8

Risiko Bisnis

...ANALISIS RISIKO PEMASARAN TANAMAN HIAS POT DI PT BINA USAHA FLORA, KECAMATAN SUKARESMI, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT Pendahuluan 1.1 Latar belakang Pada usaha tanaman hias terdapat risiko yang harus dihadapi. Volume penjualan tanaman hias pot setiap bulan cukup berflukuatif, terdapat kecenderungan perbedaan intensitas penjualan untuk bulan-bulan tertentu. Selain itu, tanaman hias pot merupakan kebutuhan tersier, sehingga jika daya beli masyarakat menurun mereka lebih mendahulukan kebutuhan primer dan sekunder dibandingkan kebutuhan tersier. Oleh karena itu, pengusaha tanaman hias harus berusaha agara permintaan akan tanaman hias tetap ada. PT Bina Usaha Flora (BUF) merupakan salah satu perusahaan yang terdapat di wilayah Cipanas, Kabupaten Cianjur.Perusahaan ini memproduksi tanaman pot, terutama jenis semusim. Ada lebih dari 20 jenis tanaman pot yang meliputi tanaman indoor dan outdoor. Sebagian besar tanaman yang ada diperbanyak dengan benih. PT BUF terletak di komplek Taman Bunga Nusantara, jalan Mariwati Km 5,5 Desa Pataruman, Kecamatan Sukaresmi, Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Dalam perkembangannya, PT BUF mengalami kendala dalam pemasaran produknya maka PT BUF perlu melakukan kegiatan yang tepat untuk mengelola risiko yang dihadapi perusahaan 1.2 Perumusan Masalah 1. Bagaimana risiko pemasaran yang dialami oleh PT BUF dan apakah sumbersumber risiko tersebut ? 2. Sejauh mana hubungan diversifikasi yang dilakukan oleh PT BUF......

Words: 2745 - Pages: 11