Free Essay

Penilaian Kinerja Keuangan Pt Wijaya Karya (Persero), Tbk

In: Business and Management

Submitted By LissPermata
Words 1980
Pages 8
PENGGUNAAN ANALISA RASIO KEUANGAN
SEBAGAI DASAR PENILAIAN KINERJA KEUANGAN
PT WIJAYA KARYA (Persero), Tbk
Periode 31 Desember 2012 dan 31 Desember 2013

I. PENDAHULUAN

Gambaran Umum Perusahaan
PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk atau singkatnya disebut WIKA merupakan perusahaan hasil nasionalisasi perusahaan belanda Naamloze Vennotschap Technische Handel Maatschappij en Bouwbedijf Vin en Co. Atau NV Vis en CO.
WIKA didirikan pada tahun 1960 sebagai Badan Usaha Milik Negara. WIKA adalah salah satu perusahaan konstruksi besar yang sudah banyak berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satu proyek besarnya adalah pembangunan Jembatan Suramadu yang kini sudah dimanfaatkan oleh masyarakat. WIKA juga dikenal sebagai perusahaan kontrusi yang banyak memenangkan tender proyek infrastruktur tanah air. Pada sejarah awal kinerja perusahaan ini adalah saat tahun 1972, dimana pada saat itu nama Perusahaan Negara Bangunan Widjaja Karja berubah menjadi PT Wijaya Karya. WIKA kemudian berkembang menjadi sebuah kontraktor konstruksi dengan menangani berbagai proyek penting seperti pemasangan jaringan listrik di Asahan dan proyek irigasi Jatiluhur.
Satu dekade kemudian, pada tahun 1982, WIKA melakukan perluasan divisi dengan dibentuknya beberapa divisi baru, yaitu Divisi Sipil Umum, Divisi Bangunan Gedung, Divisi Sarana Papan, Divisi Produk Beton dan Metal, Divisi Konstruksi Industri, Divisi Energy, dan Divisi Perdagangan. Proyek yang ditangani saat itu diantaranya adalah Gedung LIPI, Gedung Bukopin, dan Proyek Bangunan dan Irigasi. Selain itu, semakin berkembangnya anak-anak perusahaan di sektor industri konstruksi membuat WIKA menjadi perusahaan infrastruktur yang terintegrasi dan bersinergi.
Semakin berkembangnya Perseroan, semakin tinggi pula tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan Perseroan. Hal ini tercermin dari keberhasilan WIKA melakukan penawaran saham perdana (Initial Public Offering/IPO) pada tanggal 27 Oktober 2007 di Bursa Efek Indonesia (saat itu bernama Bursa Efek Jakarta). Pada IPO tersebut, WIKA melepas 28,46 persen sahamnya ke publik, sehingga pemerintah Republik Indonesia memegang 68,42 persen saham, sedangkan sisanya dimiliki oleh masyarakat, termasuk karyawan, melalui Employee/Management Stock Option Program (E/MSOP), dan Employee Stock Allocation (ESA). Sementara itu, langkah pengembangan Divisi menjadi anak perusahaan yang berdiri di atas kaki sendiri terus dilakukan. Tercatat WIKA tak hanya menancapkan kukunya di tanah air. Di Aljazair, WIKA membangun jalan tol 400 kilometer yang menghubungkan Tunisia dan Maroko. Produk beton WIKA juga dilirik negara seperti Irak. Kondisi ini membuat WIKA menjadi buruan investor di pasar saham.

Dasar Teori
Penelitian ini menggunakan Analisa Rasio Keuangan untuk menganalisa laporan keuangan karena dapat menggambarkan kondisi perusahaan secara keseluruhan. Analisa Rasio (Static Financial Ratio Analysis) adalah PERBANDINGAN ANTARA ANGKA-ANGKA DARI LAPORAN KEUANGAN UNTUK DIBANDINGKAN DARI TAHUN KE TAHUN PADA PERUSAHAAN SEJENIS ATAU INDUSTRI SEJENIS.
Analisa Rasio Keuangan merupakan analisa yang digunakan untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan dengan Laporan Keuangan sebagai sumber datanya. Analisa Rasio Keuangan dapat juga digunakan untuk mengetahui efektifitas keputusan yang telah diambil oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas usahanya dan untuk melihat prospek maupun risiko perusahaan di masa yang akan datang, sehingga akan mempengaruhi harapan investor terhadap perusahaan.
Berbagai Rasio Dapat Dikelompokkan Dalam :
1. RASIO LIKUIDITAS : yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendek.
• Rasio Lancar : Perbandingan antara aktiva lancar dengan hutang lancar. • Rasio Cepat : Dihitung dengan mengurangi persediaan dan aktiva lancar dan membagi sisanya dengan hutang lancar.

2. RASIO LEVERAGE / SOLVABILITAS : yang mengukur seberapa jauh perusahaan dibelanjai dengan hutang.
• Rasio Utang dibanding Modal, artinya mengukur seberapa besar dana yang dimiliki dari luar menguasai modal usaha. Biasanya memberikan gambaran, bagaimana besar perusahaan semakin tergantung atas pinjaman eksternal. • Total Hutang dengan Total Aktiva. Berguna untuk mengukur prosentase penggunaan dana yang berasal dari kreditur.

3. RASIO AKTIVITAS : yang mengukur seberapa efektif perusahaan menggunakan sumber-sumber daya sebagaimana digariskan oleh kebijaksanaan perusahaan. Rasio ini membahas hubungan penjualan dan piutang, persediaan dan aktiva.
Rata-rata Periode Pengumpulan Piutang yaitu Rasio yang mengukur perputaran piutang, berapa lama waktu yang diperlukan sejak perusahaan melakukan penjualan, sampai dengan menerima pembayaran tunai

4. RASIO PROFITABILITAS : yang mengukur efektifitas manajemen secara keseluruhan sebagaimana ditunjukkan dari keuntungan yang diperoleh. Return on Total Asset : Perbandingan antara laba bersih dengan aktiva, mengukur tingkat pengembalian investasi total, atau Return on Investment atas investasi yang didayagunakan.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang penelitian yang telah diuraikan sebelumnya, bagaimana kinerja keuangan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk periode 2012 dan 2013 jika diukur dengan Analisa Rasio Keuangan?

II. PEMBAHASAN

Perhitungan dan Analisa Rasio Keuangan Saya lampirkan salinan Laporan Keuangan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk per 31 Desember 2013 dan 31 Desember 2012 yang dimuat di koran Bisnis Indonesia hari Rabu tanggal 26 Februari 2014 halaman.23. Dari Laporan Keuangan tersebut didapatkan data berikut ini :
Tabel 1. Data yang didapatkan dari Laporan Keuangan PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk

Setelah menghitung seluruh komponen yang diperlukan dalam menghitung rasio keuangan, maka didapat hasil perhitungan yang disajikan pada tabel berikut ini:
Tabel 2. Rekapitulasi hasil perhitungan Rasio Keuangan PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk

Data yang didapatkan tersebut dibandingkan Perusahaan lain dengan industri sejenis yang juga dianalisa oleh rekan-rekan penulis :

• PT ADHI KARYA (Persero), Tbk
• PT WASKITA KARYA (Persero), Tbk
• PT TOTAL BANGUN PERSADA, Tbk
• PT DHARMA HENWA, Tbk

Untuk Rasio Likuiditas, Rasio Leverage dan Rasio Aktivitas, kami dapatkan rata-rata dari 5 Perusahaan tersebut sesuai Tabel berikut :
Tabel 3. Rekapitulasi hasil perhitungan rata-rata dari 5 Perusahaan kontraktor

Sedangkan untuk Rasio Profitabilitas kami dapatkan rata-rata dari 4 Perusahaan krn di tahun 2013 PT.Dharma Henwa, Tbk mengalami kerugian jadi tidak saya ikutkan dalam pencarian rata-rata, sesuai Tabel berikut :
Tabel 4. Rekapitulasi hasil perhitungan rata-rata dari 5 Perusahaan kontraktor

A. Rasio Likuiditas PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk pada Rasio Lancar menunjukkan penurunan kelancaran likuiditas. Walaupun penurunan tersebut tidak begitu besar, yaitu dari 1,1019 : 1 di tahun 2012 menjadi 1,0953 : 1 di tahun 2013. Perusahaan ini likuid dari sisi Aktiva Lancar. Rasio Lancar 1,0953 : 1 di tahun 2013 artinya PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk bila melunasi kewajbannya maka modal kerjanya tinggal 0,0953. Dan bila rata-rata 5 Perusahaan sejenis rasionya 1,2967 : 1 (pada Tabel 3), berarti PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk masih di bawah rata-rata.
Untuk Rasio Cepat juga terjadi peningkatan dari 0,9281 atau 92,81% di tahun 2012 menjadi 0,9421 atau 94,21% di tahun 2013. Berdasarkan Rasio Cepat, dapat diketahui bahwa rasio Kas sebagai penunjang kondisi keuangan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk dalam kondisi cukup baik, dimana Rasio Cepat perusahaan hampir memenuhi standar yaitu sebesar 100%. Namun tetap harus ditingkatkan lagi karena rasio ini penting untuk meningkatkan kepercayaan berbagai pihak terhadap perusahaan. Dan bila rata-rata 5 Perusahaan sejenis rasionya 1,1879 : 1 (pada Tabel 3) atau 118,79%, berarti PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk masih di bawah rata-rata.

B. Rasio Leverage atau Rasio Solvabilitas Rasio Leverage PT Wijaya Karya (Persero), Tbk mengalami kenaikan baik dilihat dari rasio Hutang dibanding Modal dari 2,8884 di tahun 2012 menjadi 2,9030 di tahun 2013 maupun rasio Hutang dibanding Aktiva dari 74,2822% di tahun 2012 menjadi 74,3790% di tahun 2013.
Rasio Hutang dibanding Modal sebesar 2,9030 di tahun 2013 menunjukkan bahwa PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk masih sangat tergantung atas pinjaman eksternal. Dan bila rata-rata industri sejenis rasionya 2,6467 : 1 (pada Tabel 3), berarti PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk masih lebih tergantung atas pinjaman eksternal dibanding rata-rata 5 Perusahaan sejenis.
Untuk Rasio Hutang dibanding Aktiva sebesar 74,3790% di tahun 2013 juga tergolong tinggi, yaitu melebihi standar maksimum tingkat hutang perusahaan yaitu 50%. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan lebih banyak menggunakan modal dari luar (modal pinjaman dari kreditur) dibandingkan dengan modal perusahaan sendiri dalam membiayai kegiatan operasionalnya. Kreditur kurang menyenangi hal ini karena semakin tinggi rasio Hutang ini maka semakin rendah perlindungan yang diperoleh para kreditur dalam keadaan likuidasi. Namun sebaliknya, para Pemilik Perusahaan lebih menyukai rasio yang tinggi dengan mempertimbangkan memperbesar tingkat keuntungan atau karena pengeluaran saham baru berarti mengurangi kendali perusahaan. Apabila rasio hutang semakin tinggi, bisa muncul kemungkinan para pemegang saham akan berspekulasi. Dan bila rata-rata 5 Perusahaan sejenis rasionya 66,7628% (pada Tabel 3) berarti PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk lebih banyak menggunakan modal dari luar (modal pinjaman dari kreditur) dari sisi prosentase.

C. Rasio Aktivitas Penjualan per hari mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu 20% dari Rp 27.137.573.627 di tahun 2012 menjadi Rp 32.560.733.019 di tahun 2013. Hal ini menunjukkan kinerja PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk sangat baik dari sisi Penjualan.
Rata-rata Periode Pengumpulan Piutang PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk terjadi percepatan dari 49 hari di tahun 2012 menjadi 45 hari di tahun 2013. Percepatan ini lebih menguntungkan Perusahaan karena kondisi Arus Kas bisa lebih baik. PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk menunjukkan Rata-rata Periode Pengumpulan Piutang 45 hari di tahun 2013, artinya dari penjualan hari pertama, baru cair dananya setelah empat puluh lima hari kemudian.
Dan bila rata-rata 5 Perusahaan sejenis untuk Periode Pengumpulan Piutang adalah 49 hari (pada Tabel 3) berarti PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk masih lebih cepat dari rata-rata tersebut, sehingga Arus Kas juga bisa lebih lancar.

D. Rasio Profitabilitas Berdasarkan Analisa Rasio Keuangan, PT Wijaya Karya (Persero), Tbk mengalami penurunan Profit Margin yaitu 5,2828% di tahun 2012 menjadi 5,2536% di tahun 2013. Jika rata-rata 4 Perusahaan sejenis Profit Marginnya 5,6350% (pada Tabel 4) maka analisa tersebut memberi informasi kepada analis bahwa harga jual produk atau beaya produksi PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk relatif sama dengan perusahaan lain yang sejenis.
Sedangkan untuk Return Of Total Asset (ROI), PT Wijaya Karya (Persero), Tbk mengalami peningkatan dari 4,7480% di tahun 2012 menjadi 4,9573% di tahun 2013. Hal ini menunjukkan bahwa manajemen sudah baik dalam mengelola aset hingga menghasilkan return yang lebih tinggi. Jika rata-rata 4 Perusahaan sejenis ROI nya 5,7301% (pada Tabel 4) berarti masih diperlukan perbaikan. Nilai rasio profitabilitas PT Wijaya Karya (Persero), Tbk masih perlu ditingkatkan untuk menarik minat investor.

III. PENUTUP

Kesimpulan Setelah dilakukan Analisis dari PT Wijaya Karya (Persero), Tbk selama kurun waktu 2 tahun yaitu kinerja tahun 2012 dan kinerja tahun 2013, maka bisa ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Rasio Likuiditas
PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk tahun 2013 pada Rasio Lancar dan Rasio Cepat masih di bawah rata-rata 5 Perusahaan sejenis. Sehingga harus ditingkatkan lagi karena rasio ini penting untuk meningkatkan kepercayaan berbagai pihak terhadap perusahaan.
2. Rasio Leverage atau Rasio Solvabilitas
PT Wijaya Karya (Persero), Tbk tahun 2013 pada Rasio Hutang dibanding Modal masih lebih tergantung atas pinjaman eksternal dibanding rata-rata 5 Perusahaan sejenis. Untuk Rasio Hutang dibanding Aktiva lebih banyak menggunakan modal dari luar (modal pinjaman dari kreditur) dari sisi prosentase dibanding rata-rata 5 Perusahaan sejenis.
3. Rasio Aktivitas
Penjualan per hari dari tahun 2012 ke 2013 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu 20% menunjukkan kinerja PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk sangat baik dari sisi Penjualan. Rata-rata Periode Pengumpulan Piutang PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk tahun 2013 adalah 45 hari. Bila rata-rata 5 Perusahaan sejenis untuk Periode Pengumpulan Piutang adalah 49 hari berarti PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk masih lebih cepat dari rata-rata tersebut, sehingga Arus Kas juga bisa lebih lancar.
4. Rasio Profitabilitas
Profit Margin PT Wijaya Karya (Persero), Tbk sebesar 5,2536% di tahun 2013. Jika rata-rata 4 Perusahaan sejenis Profit Marginnya 5,6350% bisa disimpulkan bahwa harga jual produk atau beaya produksi PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk relatif sama dengan perusahaan lain yang sejenis. Untuk Return Of Total Asset (ROI)sebesar 4,9573% di tahun 2013. Sedangkan rata-rata 4 Perusahaan sejenis ROI nya 5,7301% sehingga masih diperlukan perbaikan. Nilai rasio profitabilitas PT Wijaya Karya (Persero), Tbk masih perlu ditingkatkan untuk menarik minat investor.

DAFTAR PUSTAKA

1. Idx.co.id ( tanggal 26 Februari 2014)
2. Laporan Keuangan PT Wijaya Karya (Persero), Tbk yang dimuat di koran Bisnis Indonesia hari Rabu tanggal 26 Februari 2014 halaman.23
3. wika.co.id (tanggal 04 Aril 2014)
4. Materi Kuliah “LAPORAN DAN ANALISA KEUANGAN” dari Bapak Christiono Utomo, Ph.D.
5. Skripsi milik Fandy Giyono Saputro (Fakultas Ekonomi – Universitas Negeri Yogyakarta - 2014)
6. Jurnal milik Fenty Ismayanti, Raden Rustam Hidayat, Sri Sulasmiyati (Fakultas Ilmu Administrasi - Universitas Brawijaya Malang - 2015)…...

Similar Documents

Free Essay

Analisis Laporan Keuangan Lima Tahun Pt Unilever Indonesia Tbk

...ANALISIS LAPORAN KEUANGAN LIMA TAHUN PT UNILEVER INDONESIA TBK Oleh: Yessica Angkawijaya 08120110013 Calandra Alencia Haryani 08120110014 Felicia Francisca 08120110017 Andrew Janaprasetya 01220110075 Chin Lung 01220110034 UNIVERSITAS PELITA HARAPAN KARAWACI 2013 BAB I PENDAHULUAN LATAR BELAKANG TENTANG UNILEVER PT Unilever Indonesia Tbk (perusahaan) didirikan pada 5 Desember 1933 dengan nama Lever’s Zeepfabrieken NV dengan akta No 23 dari Pak AH van Ophuijsen, notaris di Batavia. Akta ini disetujui oleh Gouverneur Generaal van Nederlandsch-Indie dengan surat No 14 pada tanggal 16 Desember 1933, didaftarkan di Raad van Justitie di Batavia dengan No 302 pada tanggal 22 Desember 1933 dan diumumkan dalam Javasche Courant tanggal 9 Januari 1934 Tambahan No 3. Nama perusahaan berubah menjadi PT Unilever Indonesia Dengan akta No 171 dari notaris Ny Kartini Muljadi SH tanggal 22 Juli 1980. Kemudian, namanya berubah lagi menjadi PT Unilever Indonesia Tbk dengan akta No 92 dari notaris Mudofir Hadi SH Mr tanggal 30 Juni 1997 yang disetujui oleh Menteri Kehakiman dalam surat keputusan No.C2-1.049HT.01.04 TH.98 tanggal 23 Februari 1998 dan diumumkan dalam Berita Negara Nomor 2.620 15 Mei 1998 Tambahan No 39. Perusahaan tercatat 15% sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya setelah mendapat persetujuan dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No.SI-009/PM/E/1981 pada tanggal 16 November 1981. Pada tanggal 24 Juni 2003 di......

Words: 3029 - Pages: 13

Premium Essay

Financial Performance Review and Estimating Company Value of Pt Aneka Tambang (Persero) Tbk in Comparison with Other Local Mining Company: Pt Vale Indonesia Tbk

...FINANCIAL PERFORMANCE REVIEW AND ESTIMATING COMPANY VALUE OF PT ANEKA TAMBANG (PERSERO) TBK IN COMPARISON WITH OTHER LOCAL MINING COMPANY: PT VALE INDONESIA TBK Muhammad Naufal Aflah and Ana Noveria School of Business and Management Institut Teknologi Bandung, Indonesia naufal.aflah@sbm-itb.ac.id Abstract: The researcher will try to analyze about the past, current, and future financial condition and make a valuation about firm’s value of two companies that dominate the mining sector of industry in Indonesia which are PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTAM) and PT Vale Indonesia Tbk, formerly PT International Nickel Indonesia Tbk (VALE). To assess the financial performance of PT Aneka Tambang (Persero) Tbk, researcher will use several methods which are time-series analysis (Compound Annual Growth Rate), cross-section analysis, common-size analysis, and DuPont Analysis (ROA and ROE). Then make a valuation of the firm’s value using three valuation approach which are asset based method, market approach, and income approach better known as discounted cash flow approach. Based on the results, ANTAM has better performance in their net working capital through total current assets, current liabilities, retained earnings, and share capital. Nevertheless, VALE has good capability in attract the investors and controlling their non-current assets, non-current liabilities, and additional paid in capital. In overall, ANTAM has better financial performance than VALE in terms of CAGR......

Words: 5585 - Pages: 23

Free Essay

Keterbatasan Laporan Keuangan Pt Modern Internasional

...PT MODERN INTERNASIONAL Tbk Keterbatasan laporan keuangan PT Modern Internasional sebagai berikut: 1. Risiko Persaingan Perusahaan dan anak perusahaan menghadapi persaingan pasar terhadap produk-produk sejenis yang dipasarkan oleh perusahaan lainnya. Adapun saingan-saingan PT Modern Internasional terutama persaingan pada salah satu sektor bisnis nya yaitu 7-Eleven. Indomaret, Alfamart, dan Circle K merupakan saingan utama dalam mendapat pangsa pasar. Terutama pada Circle K yang juga merupakan convenience store yang juga menjual beberapa produk siap saji. Persaingan yang ketat dapat mengakibatkan menurunnya tingkat laba yang diperoleh dan berkurangnya sebagian pangsa pasar produk-produk perusahaan. Apalagi persaingan di Indonesia pada industri ritel telah berada pada situasi yang sangat ramai. Convenience store 7-Eleven merupakan bisnis ritel yang fokus pada produk makanan dan minuman siap saji. Sebagai pemain baru di bisnis ritel di Indonesia 7-Eleven harus bisa ikut bersaing dengan pemain – pemain yang sudah ada. Tapi, meskipun persaingan industri ritel di Indonesia saat ini sangat ketat, pemain baru seperti 7-Eleven telah menunjukkan perkembangan yang baik dan perusahaan juga optimis mampu bersaing karena gerai convenience store 7-Eleven yang menyajikan makanan dan minuman siap saji ini memiliki perbedaan dari lawan - lawannya. Salah satu produknya yang telah dikenal secara internasional yaitu Slurpee yang telah membuat sebuah tren baru dalam sebuah minuman.......

Words: 441 - Pages: 2

Free Essay

Simulasi Penilaian Kinerja Portofolio Saham Menggunakan Microsoft Excel

... SIMULASI PENILAIAN KINERJA PORTOFOLIO SAHAMMENGGUNAKAN MICROSOFT EXCEL | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | OLEH : | BASITH AHMAD AGUSTA (1306418865) | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | | PROGRAM PASCASARJANA ILMU MANAJEMEN | FAKULTAS EKONOMI | UNIVERSITAS INDONESIA | DEPOK | 2013 | PENDAHULUAN TUJUAN Pada penulisan makalah ini penulis akan mennyajikan simulasi mekanisme dasar perhitungan portofolio. Data yang digunakan adalah data yang berasal dari Pasar Modal Indonesia (kode:idx). Diplih ada 6 saham LQ45 yang diperkirakan memiliki jumlah transaksi yang aktif (likuid) Selain itu pemilihan saham-saham LQ45 diukarenakan ketersediaan data yang lengkap, akurat dan mudah didapatkan. Digunakan juga Index pasar IHSG guna menghitung Korelasi antara masing-masing saham dengan kondisi pasar. Kondisi pasar dapat diasumsikan tersirat pada harga Index IHSG TEORI PENDUKUNG 1. Return Measures Dengan asumsi tidak ada tambahan dana investasi atau pinjaman selama periode evaluasi,perubahan dalam investor’s total wealth selama periode evaluasi adalah: r = (Pt – Pt-1)/Pt di mana : V0 = nilai awal portofolio V1 = nilai akhir portofolio Penggunaan istilah Hoding Period Retun juga dipergunakan pada beberapa referensi......

Words: 1174 - Pages: 5

Free Essay

Pt Krakatau Steel

...http://www.krakatausteel.com/ PT Krakatau Steel adalah perusahaan baja terbesar di Indonesia. BUMN yang berlokasi di Cilegon, Banten ini berdiri pada tanggal 31 Agustus 1970. Visi dari PT Krakatau Steel adalah menjadi perusahaan baja terpadu dengan keunggulan kompetitif untuk tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan menjadi perusahaan terkemuka di dunia. Untuk mewujudkan visi tersebut, Krakatau Steel berusaha menyediakan produk baja bermutu dan jasa terkait bagi kemakmuran bangsa. Sejarah singkat mengenai berdirinya perusahaan BUMN ini pada suatu masa pada 1960, Presiden Soekarno mencanangkan Proyek Besi Baja Trikora untuk meletakkan dasar industri nasional yang tangguh. Sepuluh tahun kemudian tepatnya 31 Agustus 1970, berdirilah PT Krakatau Steel (Persero) yang memanfaatkan kembali peralatan-peralatan dari proyek itu yang berbentuk pabrik kawat baja, pabrik baja tulangan dan pabrik baja profil. ada 1977, Presiden Suharto meresmikan mulai beroperasinya produsen baja terbesar di Indonesia itu. Guna mendukung visi sebagai Perusahaan baja terpadu dengan keunggulan kompetitif untuk tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan menjadi perusahaan terkemuka di dunia, PT Krakatau Steel melakukan reformulasi nilai budaya perusahaan yang baru. Nilai Budaya Perusahaan tersebut adalah: * Competence  Mencerminkan kepercayaan akan kemampuan diri serta semangat untuk meningkatkan pengetahuan, ketrampilan, keahlian, dan sikap mental demi peningkatan kinerja yang......

Words: 1060 - Pages: 5

Free Essay

Analisis Laba Dan Kinerja Keuangan Perusahaan Pengakuisisi Sebelum Dan Sesudah Merger Dan Akuisisi

...ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 Nama: Willy Bundianto NIM: 201160047 A. JUDUL PENELITIAN ANALISIS LABA DAN KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN PENGAKUISISI SEBELUM DAN SESUDAH MERGER DAN AKUISISI YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2008-2009 B. ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan bukti empiris apakah perusahaan pengakuisisi melakukan manajemen laba sebelum pelaksanaan merger dan akuisisi. Juga bertujuan untuk mengetahui perubahan kinerja keuangan perusahaan pengakuisisi sebelum dan sesudah merger dan akuisisi. Earnings management oleh perusahaan adalah proksi akrual diskresioner (DA). Kemudian untuk pengukuran kinerja perusahaan yang diukur dengan rasio keuangan meliputi total asset turnover, net profit margin, dan return on asset. Analisis dilakukan dengan menggunakan independent sample t-test dan uji sampel berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada indikasi manajemen laba yang dilakukan dengan mengambil alih perusahaan sebelum merger dan akuisisi dengan memanfaatkan peningkatan pendapatan akrual. Selain itu, kinerja keuangan perusahaan yang diukur dengan rasio total asset turnover memiliki peningkatan setelah merger dan akuisisi, sedangkan net profit margin dan return on assets memiliki penurunan setelah merger dan akuisisi. C. PENDAHULUAN Latar Belakang Masalah Perkembangan zaman yang begitu pesat semakin......

Words: 2513 - Pages: 11

Free Essay

Laporan Kinerja

...Slide 1 Setiap instansi pemerintah berkewajiban untuk menyiapkan, menyusun dan menyampaikan laporan kinerja secara tertulis, periodik dan melembaga. Pelaporan kinerja ini dimaksudkan untuk mengkomunikasikan capaian kinerja instansi pemerintah dalam suatu tahun anggaran yang dikaitkan dengan proses pencapaian tujuan dan sasaran instansi pemerintah. Pelaporan kinerja oleh instansi pemerintah ini kemudian dituangkan dalam dokumen Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Slide 2 Prinsip-Prinsip LAKIP Penyusunan LAKIP harus mengikuti prinsip-prinsip pelaporan pada umumnya, yaitu laporan harus disusun secara jujur, obyektif, akurat dan transparan. Di samping itu, perlu pula diperhatikan: * Prinsip lingkup pertanggung jawaban. Hal-hal yang dilaporkan harus proporsional dengan lingkup kewenangan dan tanggung jawab masing-masing dan memuat baik mengenai kegagalan maupun keberhasilan. * Prinsip prioritas. Yang dilaporkan adalah hal-hal yang penting dan relevan bagi pengambilan keputusan dan pertanggungjawaban instansi yang diperlukan untuk upaya-upaya tindak lanjutnya. * Prinsip manfaat, yaitu manfaat laporan harus lebih besar daripada biaya penyusunannya, dan laporan harus mempunyai manfaat bagi peningkatan pencapaian kinerja. Dalam hubungan itu, perlu pula diperhatikan beberapa ciri laporan yang baik seperti relevan, tepat waktu, dapat dipercayai, diandalkan, mudah dimengerti (jelas dan cermat), dalam bentuk yang menarik (tegas dan konsisten, tidak......

Words: 3918 - Pages: 16

Free Essay

Lala

...untuk penerapan CGG belum ada sanksi bagi perusahaan yang belum menerapkan maupun yang sudah menerapkan tetapi tidak sesuai standar pelaksanaan GCG. Namun pelaksanaan penerapan GCG memberi nilai tambah bagi perusahaan. Perusahaan yang melakukan peningkatan pada kualitas GCG menunjukan peningkatan penilaian pasar, sedangkan perusahaan yang mengalami penurunan kualitas GCG, cenderung menunjukan penurunan pada penilaian pasar (Cheung, 2011). II.1.2 Definisi GCG Istilah tata kelola perusahaan di Indonesia merupakan terjemahan dari corporate governance. Kata governance berasal dari bahasa Prancis kuno yaitu gouvernance yang berarti pengendalian (control) atau regulated dan dapat dikatakan sebagai suatu keadaan yang berada dalam kondisi yang terkendali (Subroto, 2005). GCG merupakan masalah yang tidak akan berakhir dan terus akan menjadi bahan pembahasan bagi pelaku bisnis, akademis, pembuatan kebijakan dan lain sebagainya. Perhatian terhadap GCG kian meningkat seiring banyak bermunculan masalah skandal keuangan di lingkungan bisnis. Konsep GCG telah banyak dikemukakan oleh banyak ahli dan badan sebagai alat control dan pengawasan terhadap kinerja manajemen. Definisi GCG menurut Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-117/M-MBU/2002 adalah suatu proses atau struktur yang digunakan oleh BUMN untuk meningkatkan keberhasilan usaha dan akuntabilitas perusahaan guna mewujudkan nilai pemegang saham dalam jangka waktu......

Words: 6012 - Pages: 25

Free Essay

Fundamental and Technical Analyst of Pt Indofood Sukses Makmur Tbk

...semata yang sewaktu waktu dapat meletus jika sudah mencapai ketinggian tertentu. Fluktuasi nilai saham perusahaan ditentukan oleh perubahan dari laba perusahaan yang tercermin dalam kinerja perusahaan. Hal tersebut menyebabkan nilai intriksi perusahaan menjadi ukuran yang sangat penting bagi investor untuk mengambil keputusan dalam membeli saham suatu perusahaan. Untuk itulah perlu melakukan valuasi saham sebelum mengambil keputusan investasi. Valuasi saham adalah mengestimasi nilai saham yang sebenarnya (intrinsik value) berdasarkan data fundamentalnya. Perhitungan estimasi terhadap nilai intrinsik saham Indofood dapat menggunakan metode pendekatan arus kas terdiskonto (dicount cash flow) dan perbandingan data pasar (relativ valuation). Perhitungan estimasi kembali terhadap nilai intrinsik saham perusahaan pada sektor industri yang berbeda dengan menggunakan pendekatan pendapatan yang mengaplikasikan metode arus kas terdiskonto (discounted cash flow), pendekatan perbandingan data pasar (relative valuation), dan metode CAPM (capital asset pricing model). Dipilihnya sektor industri barang konsumsi sebagai objek penelitian karena sektor industri barang konsumsi memiliki elastisitas yang lemah terhadap perubahan financial global dibandingkan industri lainnya, hal ini dapat dilihat pada krisis keuangan yang sempat melanda Indonesia namun industri ini tidak terlalu terkena imbasnya. Pasar modal bukan lagi dianggap sebagai investasi, melainkan lahan spekulasi bisnis yang bisa......

Words: 5168 - Pages: 21

Premium Essay

Adhi

... PT ADHI KARYA (Persero) Tbk PT ADHI KARYA (Persero) Tbk DAN ENTITAS ANAK Daftar Isi AND SUBSIDIARIES Halaman/ Page Surat Pernyataan Direksi Table of Contents Directors’ Statement Letter Laporan Auditor Independen Independent Auditors’ Report Laporan Keuangan Konsolidasian Untuk Tahun-tahun yang Berakhir pada Tanggal 31 Desember 2012 dan 2011, serta Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian pada Tanggal 1 Januari 2011/ 31 Desember 2010 Consolidated Financial Statements For the Years Ended December 31, 2012 and 2011, and Consolidated Financial Position as of January 1, 2011/ December 31, 2010 Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1 Consolidated Statements of Financial Position Laporan Laba Rugi Komprehensif Konsolidasian 3 Consolidated Statements of Comprehensive Income Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4 Consolidated Statements of Changes in Equity Laporan Arus Kas Konsolidasian 5 Consolidated Statements of Cash Flows Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian 6 Notes to the Consolidated Financial Statements R-1/079.AGA-S/4.1/2011 PT ADHI KARYA (Persero) Tbk DAN ENTITAS ANAK LAPORAN POSISI KEUANGAN KONSOLIDASIAN PT ADHI KARYA (Persero) Tbk AND SUBSIDIARIES CONSOLIDATED STATEMENTS OF FINANCIAL POSITION Per 31 Desember 2012 dan 2011 Serta 1 Januari 2011/31 Desember 2010 (Dalam Rupiah Penuh) As of December 31, 2012 , 2011 January 1, 2011/December 31, 2010 (In......

Words: 67677 - Pages: 271

Free Essay

Laporan Keuangan Pt Astra Agro Lestari

...PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK/ AND SUBSIDIARIES LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN/ CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS 31 DESEMBER 2014 DAN 2013/ 31 DECEMBER 2014 AND 2013 PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk DIRECTOR'S STATEMENT REGARDING RESPONSIBILITY FOR THE CONSOLIDATED FINANCIAL STATEMENTS OF ( 31 December 2014 ) SURAT PERNYATAAN DIREKSI TENTANG TANGGUNG JAWAB ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN ( 31 Desember 2014 ) PT ASTRA AGRO LESTARI Tbk DAN ENTITAS ANAK /AND SUBSIDIARIES We, the undersigned.- Kami yang bertanda tangan dibawah ini : 1. Nama Alamat Alamat Domisili Nornor Telepon Jabatan 2. Nama Alarnat Alamat Domisili Nomor Tel epon Jabatan Widya Wiryawan JI.Pulo Ayang Raya Blok OR-I Kawasan Inclustri Pub Gadung Jakarta 13930 11.Tebet Timur Dal am VI D16 Jakarta Selatan 021-4616555 Presiden DirekturlPresident Director 1. Rudy .11.Pulo Ayang Raya Blok OR-1 Kawasan Industrt Pula Gadung Jakarta 13930 JI. P Jayakarta 121 No. 54 Sawah Besar Jakarta Pusat 021-4616555 Direktur Keuangan7Finance Director 2. Men yatakan bahwa : Name Address Address of Domicile Telephone Number Position Name Address Address of Domicile Telephone Number Position Declare that : 1. Bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian perusahaan; 1_ We are responsible for the preparation and presentation of the company's consolidated financial statements; 2. Laporan......

Words: 31950 - Pages: 128

Free Essay

Pt Komnas

...2015/2016 MASTER OF BUSINESS ADMINISTRATION School of Business & Management INSTITUTE TEKNOLOGI BANDUNG PT KOMUNIKASI NASIONAL, Tbk. ENTERPRISE RISK MANAGEMENT EXECUTIVE SUMMARY I. Objective PT Komunikasi Nasional, Tbk. atau yang lebih dikenal dengan sebutan KOMNAS merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berstatus perseroan terbuka dan bergerak di bidang informasi dan komunikasi (InfoKom/InfoCom). Perusahaan ini merupakan salah satu penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap (full service and network provider) terbesar di Indonesia. Tujuan kedepannya KOMNAS berharap mampu mengalahkan pesaingnya dan menjadi penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap terbesar di Indonesia. Dengan diloloskannya Sarbanes-Oxley Act menjadi perundang-undangan yang mewajibkan seluruh perusahaan yang tercatat di Bursa Saham New York untuk mematuhi US SEC (otoritas pasar modal Amerika Serikat), yang salah satunya adalah mengimplementasikan pengendalian internal perusahaan. Di tahun 2004, COSO mengeluarkan ‘Enterprise Risk Management – Integrated Framework’, sebagai pengembangan unsur-unsur pengendalian internal COSO framework. Dijelaskan ada 8 komponen dalam Enterprise Risk Management, yaitu: 1. Lingkungan Internal (Internal Environment), 2. Penentuan Tujuan (Objective Setting) 3. Identifikasi Kejadian (Event Identification) 4. Penilaian Risiko (Risiko Assessment) 5. Respons Risiko (Risk Response) 6. Kegiatan Pengendalian (Control......

Words: 377 - Pages: 2

Free Essay

Penilaian Praktik Oecd Pt. Multistrada Arah Sarana Tbk.

...PENILAIAN PRAKTIK OECD PT. MULTISTRADA ARAH SARANA TBK. Disusun untuk memenuhi Ujian Akhir Semester Sistem Informasi dan Pengendalian Internal [pic] Oleh: DINAR ARY KARTIKASARI NIM : 146020310011024 KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI UNIVERSITAS BRAWIJAYA FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI AKUNTAN AGUSTUS 2015 COMPANY PROFILE PT. MULTISTRADA ARAH SARANA TBK dengan kode saham MASA merupakan perusahan yang bergerak di bidnag usaha industri pembuatanban untuk semua jenis kendaraan bermotor dan pengushaan dan pengelolaan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang didirikan pada tahun 1988. MASA beralamat di Jl. Raya Lemahbang Km 58,6 Ds. Karangsari Cikarang Timur, Bekasi Jawa Barat. MASA memproduksi ban lua rkendaraan bermotor baik mobil maupun motor dengan merk Achilles dan Corsa. MASA juga memproduksi ban untuk perusahaan lain dengan merk perusahaan tersebut atau disebut off take. MASA mencatatkan saham pada tahun 2005. Dalam rangka mengembangkan bisnis dan memperbaiki kondisi internal perushaan, MASA terus berusaha menjada kualitas dab keselamtan selam proses roduksi dengan sertifikasi yang telah diikuti antara lain : ISP/TS 16949:2009 dan ISO/IEC 17025: 2008 untuk Quality Management System dan beberapa sertifikat produk antara lain SNI, CCC, Inmetro, BIS, ECE-30, ECE-54, GSO, DOT, FMVSS 139. Pada awal berdirinya, Perseroan mendapatkan bantuan teknis dari produsen ban terkemuka di dunia yaitu...

Words: 6831 - Pages: 28

Free Essay

Manfaat Penerapan Prinsip-Prinsip Good Corporate Governance Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Umum Pegadaian

...CORPORATE GOVERNANCE TERHADAP KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN UMUM PEGADAIAN Yulinar Triyana ( niar_triyana@yahoo.com ) Universitas Gunadarma ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manfaat atau hasil dari penerapan prinsipprinsip good corporate governance atau tata kelola perusahaan yang baik sehingga akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian deskriptif analitis dengan pendekatan studi kasus. penilaian GCG dinilai dari hasil penyebaran kuesioner yang didapat dan dengan menggunakan rasio ROE, ROA, Curren Ratio dan Solvabilitas untuk mengukur kinerja keuangan perusahaan. Setelah dilakukan penelitian terhadap Perum Pegadaian dan didukung dengan teori-teori serta pembahasan pada bab-bab yang ada, maka penulis dapat menarik kesimpulan bahwa Penerapan prinsip-prinsip GCG pada Perum Pegadaian sangat bermanfaat terhadap kinerja keuangan perusahaan hal ini dapat dilihat dengan dijalankannya prinsip-prinsip GCG yaitu transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan keadilan sehingga membantu dalam setiap proses pengambilan keputusan yang berhubungan dengan keuangan maupun non keuangan yang akan berpengaruh terhadap kinerja keuangan perusahaan serta meningkatkan kepercayaan para nasabah dan pemilik modal (dalam hal ini pemerintah) yang secara otomatis juga akan berdampak pada nilai perusahaan. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan kinerja keuangan yang dihitung......

Words: 5572 - Pages: 23

Free Essay

Valuasi Saham Pt. Astra International Tbk

...Valuasi Saham PT. Astra International Tbk Company Profile Astra berdiri pada tahun 1957 sebagai perusahaan perdagangan. Seiring dengan perjalanan waktu, Astra membentuk kerja sama dengan sejumlah perusahaan kelas dunia. Sejak tahun 1990 Perseroan menjadi perusahaan publik yang tercatat di Bursa Efek Indonesia, dengan kapitalisasi pasar per 31 Desember 2011 sebesar Rp 229,58 triliun. Saat ini Astra bergerak dalam enam bidang usaha yaitu: Otomotif ; Jasa Keuangan ; Alat Berat, Pertambangan dan Energi ; Agribisnis ; Teknologi Informasi ; Infrastruktur dan Logistik. Pada 31 Desember 2011 jumlah karyawan Grup Astra mencapai 168.945 orang yang tersebar di 158 perusahaan, termasuk anak perusahaan, perusahaan asosiasi dan jointly controlled entities. Valuasi Saham Astra Int Dengan menggunakan dividen discounted model maka perhitungan yang diperoleh adalah sebagai berikut: DDM = * Vo = Value * D1 = Dividen yang diharapkan * Do = Dividen yang dibayarkan * k = required return on equity Tahun | D1 | k | g | 2007 | 224 | 25,28% | 14,2% | 2008 | 360 | 21,34% | 20% | 2009 | 340 | 18,28% | 17,4% | 2010 | 600 | 21% | 0,2% | 2011 | 1333 | 19,5% | 18% | * g = growth Tahun | EPS | ROE | DPR | 2007 | 917 | 17% | 16,35% | 2008 | 1,521 | 24% | 9,93% | 2009 | 2,270 | 27,78% | 13,21% | 2010 | 2,480 | 25% | 11,7% | 2011 | 3,549 | 29,13% | 13,24% | Hasil Valuasi Astra International   | 2007 | 2008 | 2009 | 2010 | 2011 | DDM...

Words: 377 - Pages: 2