Paradigma Belajar

In: Business and Management

Submitted By helgacerry
Words 8213
Pages 33
1

Materi Pembekalan

Revolusi Paradigma Pembelajaran Perguruan Tinggi:
Dari Penguliahan ke Pembelajaran
Suwardjono
Belajar di perguruan tinggi merupakan pilihan strategik untuk mencapai tujuan individual bagi mereka yang menyatakan diri untuk belajar melalui jalur formal tersebut.
Namun, realitas yang dihadapi oleh dosen dan penyelenggara pendidikan dalam banyak hal jauh dari harapan. Perilaku mahasiswa dan dosen dalam belajar-mengajar tidak menunjukkan segala atribut yang seharusnya melekat pada individual yang akan mendapat sebutan sebagai sarjana. Salah satu faktor yang menciptakan kondisi seperti ini adalah kesenjangan persepsi dan pemahaman penyelenggara pendidikan, dosen, dan mahasiswa mengenai makna belajar di perguruan tinggi.
Makalah ini mengevaluasi kondisi budaya belajar-mengajar yang penulis amati dan rasakan selama menjadi staf pengajar di beberapa perguruan tinggi. Kondisi tersebut tidak kondusif untuk menciptakan suasana akademik, profesional, dan ilmiah yang seharusnya melekat pada suatu institusi yang menyelenggarakan pendidikan tinggi
(higher education). Pengamatan tersebut telah lama terjadi dan telah penulis sampaikan dalam bentuk artikel lebih dari lima belas tahun yang lalu.1 Sejak penulisan artikel tersebut, penulis selalu menyampaikan gagasan tentang pola pengajaran, proses pembelajaran, dan masalah-masalah yang berkaitan dengan penyelenggaraan kuliah dalam berbagai seminar dan lokakarya di berbagai perguruan tinggi. Namun sampai saat ini, tampaknya belum ada suatu perubahan yang cukup berarti dalam budaya belajar di perguruan tinggi di Indonesia.
Atas dasar evaluasi tersebut, penulis mengajukan gagasan yang cukup laik (feasable) untuk melakukan perubahan yang cukup radikal. Perubahan tersebut adalah meluruskan persepsi dan pemahaman tentang arti kuliah dan belajar di perguruan tinggi.
Tulisan ini mempunyai dua tujuan. Pertama, menciptakan…...

Similar Documents

Prescriptive

...pelepasan software nanti. Dalambeberapa kasus, sebuah model proses didesin untuk memproduksi software yang increment dipilih. a. MODEL INCREMENTAL Model incremental mengcombinasikan element dari model waterfall yang diaplikasikan dengan cara iterasi. Mengacu pada figure 3.2, model incremental mengaplikasikan linear sequences dengan cara yang mengejutkan sebagai progres waktu kalender. Setiap linear sequence menghasilkan ”deliverable increment” dari software. Contoh, sfitware pengolah kata dibangun menggunakan paradigma increment yang menyampaikan dasar-dasar pengaturan file, iditing, dan hasil document merupakan fungsi dari increment tingkat pertama; editing tingkat atas, dan kemampuan produksi dokument pada increment tingkat dua; pengecekkan spelling dan grammar pada incremetn tingkat tiga; dan kemampuan tampilan halaman tingkat mahir pada increment tingkat empat. Hal ini dapat dicatat bahawa alur proses pada setiap increment dapat memasukkan paradigma-paradigma dasar yang dibahas pada bagian 3.4.1. Ketika model incremental digunakan, increment tingkat pertama biaasanya disebut inti dari produk. Sehingga dasar dari kebutuhan dipusatkan. Tetapi banyak fitur-fitur tambahan (yang diketahui, dan yang lainnya tidak diketahui) yang tidak diterima. Produk inti digunakan oleh kostumer. Sebagai hasil dari evaluasi penggunaan, sebuah rencana dipersiapkan untuk membangun increment selanjutnya. Rencana ditujukan untuk modifikasi produk inti untuk menjadi lebih baik dalam memenuhi......

Words: 5325 - Pages: 22

Knowledge Management

...BAB 1 Paradigma Baru Era Pengetahuan Alvin Toffler membagi sejarah peradaban manusia menjadi 3 gelombang perubahan, yaitu: a. Era Manual, suatu zaman dimana factor dominan dari manusia yang dibutuhkan untuk mengelola system industry tradisional adalah otot (enerji fisik). b. Era Mesin Industri, suatu zaman dimana factor dominan dari manusia yang dibutuhkan untuk mengelola system industry adalah keterampilan bekerja dengan menggunakan mesin (enerji mesin). c. Era Pengetahuan, suatu zaman dimana factor dominan dari manusia yang dibutuhkan untuk mengelola system kerja adalah kualitas pikiran (knowledge content) yang digunakan dan diinternalisasikan (dieksplisitkan atau explicit knowledge) pada setiap proses produksi, yang pada akhirnya diwujudkan (dieksplisitkan) pada produk atau jasa yang dihasilkan. Minimal ada tiga hal yang dapat menggambarkan tatanan kehidupan di era pengetahuan, yaitu: a. Informasi/pengetahuan mudah diperoleh dan sekaligus dapat kadaluarsa dengan cepat. b. Permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari hari semakin kompleks. c. Pola perubahan dalam bidang-bidang politik, ekonomi, social, dan budaya berpengaruh signifikan pada kelangsungan organisasi dengan hubungan pengaruh yang semakin sulit diprediksi. Kehidupan semakin kompleks dan tidak pasti. Setiap perubahan akan menciptakan suatu perubahan lainnya dan pastinya tidak bisa dipredikasi. Dalam era pengetahuan kita dipaksa menyesuaikan sejumlah aturan, cara kerja, perilaku, dan paradigma.......

Words: 3287 - Pages: 14

Pertemuan Rutin Di Luar Kelas Sebagai Penawar Kegalauan Siswa Baru Program Bipa

...Program BIPA Vidi Sukmayadi Balai Bahasa Universitas Pendidikan Indonesia Vidi_owen@yahoo.com Saripati Bagi siswa BIPA yang datang dan belajar di Indonesia untuk pertama kalinya, gegar budaya, rasa frustasi dan kegalauan hati adalah hal yang wajar sebagai suatu proses transisi. Para siswa harus menghadapi tak hanya tantangan akademis, namun juga tantangan untuk beradaptasi terhadap lingkungan yang benar-benar baru. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan mengadakan pertemuan khusus secara rutin yang mampu mengakomodasi rasa galau siswa yang diakibatkan oleh berbagai hal bersifat non-akademis selama berada di Indonesia. Selain itu pertemuan tersebut juga harus menyoroti perkembangan dan proses belajar mengajar yang tengah berlangsung. Berkaitan dengan hal tersebut, penulis melakukan studi kasus pada siswa-siswa BIPA yang baru pertama kali datang ke Indonesia dan belum memiliki keterampilan berbahasa Indonesia. Studi ini bertujuan untuk mengetahui opini para siswa BIPA mengenai dampak pertemuan rutin tersebut terhadap kemajuan belajar mereka. Tujuan berikutnya adalah untuk melihat kemajuan akademis siswa BIPA pascapertemuan tersebut yang didasari dari opini siswa dan nilai akademis pada tengah dan akhir semester. Hasil studi ini menunjukkan bahwa para siswa merasa bahwa pertemuan rutin tersebut bermanfaat bagi proses belajar, pengalaman bahasa, dan adaptasi budaya mereka. Kata kunci: siswa BIPA,siswa baru, gegar budaya, opini siswa, luar kelas I. Pendahuluan ...

Words: 3023 - Pages: 13

Los Paradigmas

...LOS PARADIGMAS CUALITATIVO Y CUANTITATIVO. Aravena M, Kimelman E, Micheli b, Torrealba R, Zúñiga J, Investigación educativa I. Recuperado de noviembre de 2009, de: jrvargas.files.wordpress.com/2009/11/investigacion-educativa.pdf‎. El texto tiene como finalidad apoyar a los estudiantes ya que precisa en los puntos principales del debate filosófico entre los paradigmas cuantitativo y cualitativo; describe características y limitaciones de éstos así como las técnicas y procedimientos adecuados para cada enfoque para el desarrollo de la investigación. En el primer capítulo los autores desarrollan los conceptos básicos de los enfoques metodológicos (cualitativo y cuantitativo) y del investigador en el proceso de investigación, para que en los capítulos siguientes desarrollándolos de forma separada, didáctica y analítica, también presenta un esquema que resume las principales características y diferencias entre el enfoque cualitativo y cuantitativo. Enfoque Cuantitativo Enfoque Cualitativo Investigación centrada en la descripción y explicación La investigación centrada en la comprensión e interpretación. Estudios bien definidos, estrechos. Estudios tanto estrechos como totales (perspectiva holística) No obstante, está dirigida por teorías e hipótesis expresadas explícitamente. La atención de los investigadores está menos localizada y se permite fluctuar más ampliamente. La investigación se concentra en la generalización y en la abstracción Los......

Words: 763 - Pages: 4

Mercedes Goes After Younger Buyers

...penelitian bisa didekati dengan pendekatan tunggal, sehingga diperlukan pemahaman pendekatan lain yang berbeda agar begitu obyek dan masalah yang akan diteliti tidak pas atau kurang sempurna dengan satu pendekatan maka pendekatan lain dapat digunakan, atau bahkan mungkin menggabungkannya. Melihat sifatnya, pendekatan kualitatif desainnya bersifat umum, dan berubah-ubah/berkembang sesuai dengan situasi di lapangan. Desain hanya digunakan sebagai asumsi untuk melakukan penelitan, oleh karena itu desain harus bersifat fleksibel dan terbuka. Peranan peneliti sangat dominan dalam menentukan keberhasilan penelitian sedang desain sifatnya hanya membantu mengarahkan proses penelitian agar berjalan dengan sistematis. Karena paradigma, proses, metode, dan tujuannya berbeda, penelitian kualitatif memiliki model desain yang berbeda dengan penelitian kuantitatif. Tidak ada pola baku tentang format desain penelitian kualitatif, sebab; (1) instrumen utama penelitian kualitatif adalah peneliti sendiri, sehingga masing-masing orang bisa memiliki model desain sendiri sesuai seleranya, (2) proses penelitian kualitatif bersifat siklus, dan (3) umumnya penelitian kualitatif berangkat dari kasus atau fenomena tertentu, sehingga sulit untuk dirumuskan format desain yang baku. Empat belas Prinsip berkait dengan Desain Penelitian Kualitatif : 1. Desain penelitian kualitatif pada umumnya merupakan desain penelitian yang tidak terinci, fleksibel, timbul dan berkembang......

Words: 4903 - Pages: 20

Economic Management

...dasar untuk menyuarakan inti dari organisasi tersebut agar para karyawan dapat terarah dan membangun pengembangan organisasi yang dibutuhkan oleh sekolah dasar untuk dapat bersaing dengan sekolah dasar lain. Organisasi pembelajaran juga akan berjalan dengan sukses apabila memiliki pemimpin dengan gaya kepemimpinan yang baik dengan visi yang baik pula. Mengacu pada penelitian sebelumnya yang berjudul leadership style and organizational learning : the mediate effect of school vision (Kurland Hanna, Peretz Hilla, Hertz-Lazarowitz Rachel, 2010). Penelitian dilakukan pada sekolah dasar dasar yang terletak di Israel. Terlihat bagaimana pengaruh pemimpin yang bertanggung jawab atas bagaimana guru mengajar dengan baik dan berapa banyak siswa yang belajar (Fullan, 2002), dan sangat penting untuk pendidikan yang memiliki kualitas tinggi (Stewart, 2006). Keefektifan seorang pemimpin dalam sekolah dasar biasanya tidak berdampak secara langsung. Tidak hanya itu, pemimpin mempengaruhi pembelajaran para murid dengan cara memperkenalkan visi sekolah dasar yang dapat dijadikan patokan untuk pembelajaran sekolah dasar dalam diri tiap guru agar dapat mengajar secara baik (Voulalas, and Sharpe, 2005). Dalam penelitian terkait saya akan meneliti sebuah sekolah dasar dasar yang berada di Sukabumi yaitu Sekolah Dasar Bertaraf Internasional Kabupaten Sukabumi yang terdapat di Jalan Pelabuhan ratu KM.22 Cikembang-Cikembar Sukabumi. Selain itu, saya mengambil juga pada beberapa sekolah dasar swasta......

Words: 6975 - Pages: 28

Summary Global War for Talent

...menjadi agenda penting yang difokuskan pada achiever tertinggi. Survei yang baru-baru ini dilakukan oleh Hewitt (2008) menunjukkan bahwa meskipun perekonomian menurun; kebanyakan perusahaan masih berniat untuk fokus pada top talent, dengan hampir setengahnya berencana untuk menjaga atau meningkatkan biaya learning and development. The talent concept “War for talent” secara resmi diluncurkan pada tahun 1998 ketika McKinsey & Company mempublikasikan laporan yang menyatakan bahwa “talent yang lebih baik patut dipertarungkan”. Menurut McKinsey, talent adalah ... “keseluruhan kemampuan seseorang... kemampuan intrinsik, skill, pengetahuan, pengalaman, intelegensi, penilaian, sikap, karakter dan dorongan. Talent juga termasuk kemampuan untuk belajar dan berkembang”. Selain itu, bagi McKinsey talent juga mengacu pada “yang terbaik dan tercerdas”. Saat publikasinya, studi Mckinsey memprediksi perubahan – “The Old Reality” (orang membutuhkan perusahaan) digantikan dengan “The New Reality” (perusahaan membutuhkan orang) – orang, bukan mesin, modal atau geografi, menjadi sumber baru competitive advantage. Factors impacting the war for talent Ada empat faktor signifikan yang mempengaruhi jumlah, kualitas, dan karakteristik talent. Pertama, ialah tren demografi dan ekonomi global. Harapan hidup yang lebih baik, tingkat kelahiran yang menurun, dan ukuran yang tidak proporsional dari generasi baby-boom adalah kekuatan demografi utama yang mendorong perubahan dalam populasi dan......

Words: 958 - Pages: 4

Design Organizational

...Kesalahan sebaiknya dilihat sebagai kesempatan belajar Menurut Chris Argyris, Pembelajaran dapat dibagi 2 jenis yaitu Single-Loop dan Double-Loop. Pembelajaran Single Loop mencakup pengembangan kapasitas organisasi untuk mencapai tujuan. Hal tersebut berhubungan dengan pembelajaran rutin dan berhubungan dengan perilaku. Pembelajaran Double Loop mengevaluasi kembali sifat tujuan organisasi dan nilai serta kepercayaan di sekitarnya. Menurut Peter Sange, Pembelajaran dapat dibagi 2 jenis yaitu Adaptif dan Generatif. Pembelajaran Adaptif adalah tahap pertama dari Organisasi Pembelajaran, yaitu menyesuaikan diri dengan perubahan lingkungan. Pembelajaran Generatif mencakup kreativitas dan inovasi, lebih dari beradaptasi dan mengantisipasi terhadap perubahan. Dalam perilaku organisasi, pembelajaran Adaptif berhubungan dengan respon rutin standar karyawan sebagai reaksi atas perubahan lingkungan. Sebaliknya, Pembelajaran Generatif menekankan eksperimen dan umpan balik yang berkesinambungan. Secara langsung, Pembelajaran Generatif mempengaruhi pendapat seseorang mengenai penentuan dan pemecahan masalah. Semua teori di atas berfokus pada lingkungan hanya perbedaannya bagaimana masing-masing teori memperlakukan lingkungan tersebut. Teori Sistem Terbuka, Kontingensi, dan Ekologi penting untuk organisasi yang akan muncul. Tetapi, Pembelajaran Organisasi perlu melangkah lebih jauh untuk memahami bahwa organisasi sekarang berada dalam paradigma baru. Organisasi Tradisional......

Words: 3034 - Pages: 13

Ayo Belajar Statistik

...Contoh Regresi Linier Sederhana dengan SPSS Artikel ini akan mengupas contoh regresi linier sederhana dengan SPSS menggunakan data regresi menggunakan data yang dipakai seperti pada perhitungan korelasi. Analisis regresi sederhana merupakan salah satu metodi uji regresi yang dapat dipakai sebagai alat inferensi statistik untuk menentukan pengaruh sebuahvariabel bebas (independen) terhadap variabel terikat (dependen). Regresi linear sederhana ataupun regresi linier berganda pada intinya memiliki beberapa tujuan, yaitu : • Menghitung nilai estimasi rata-rata dan nilai variabel terikat berdasarkan pada nilai variabel bebas. • Menguji hipotesis karakteristik dependensi • Meramalkan nilai rata-rata variabel bebas dengan didasarkan pada nilai variabel bebas diluar jangkaun sample. Pada analisis regresi sederhana dengan menggunakan SPSS ada beberapa asumsi dan persyaratan yang perlu diperiksa dan diuji, beberapa diantaranya adalah : • Variabel bebas tidak berkorelasi dengan disturbance term (Error). Nilai disturbance term sebesar 0 atau dengan simbol  sebagai berikut: (E (U / X) = 0, • Jika variabel bebas lebih dari satu, maka antara variabel bebas (explanatory) tidak ada hubungan linier yang nyata, • Model regresi dikatakan layak  jika angka signifikansi pada ANOVA sebesar < 0.05, • Predictor yang digunakan sebagai variabel bebas harus layak. Kelayakan ini diketahui jika angka Standard Error of Estimate < Standard Deviation, •......

Words: 669 - Pages: 3

Kertas Kerja Lawatan Sambil Belajar

...“PROGRAM DELEGASI AKADEMIK DI BEIJING” (LAWATAN ANTARABANGSA) PELAJAR JURUSAN PERAKAUNAN TAHUN 2 FAKULTI EKONOMI DAN MUAMALAT UNIVERSITI SAINS ISLAM MALAYSIA (USIM) RINGKASAN EKSEKUTIF IPTA | Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Nilai, Negeri Sembilan | Nama Program | Lawatan Antarabangsa di Beijing | Aktiviti Utama Program | * Lawatan akademik di beberapa buah university di Beijing * Lawatan industri di beberapa buah syarikat/kilang | Matlamat dan Objektif Program | * Meletakkan universiti pada kelasnya yang tersendiri melalui interaksi dengan dunia luar untuk mengintegrasikan ilmu naqli dan aqli untuk mentransformasi dan menghasilkan nilai kepada negara, ummah dan manusia sejagat. * Menjana mahasiswa yang lebih beridealisma, proaktif dan kreatif menerusi pemerhatian serta dialog yang lebih terbuka dan global. * Mewujudkan usahasama antarabangsa antara Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) selaku institusi sains yang berteraskan Islam institusi-institusi akademik di negara lain dalam bidang penyelidikan dan pembangunan. | Anjuran | Pelajar Jurusan Perakaunan Tahun 2, Fakulti Ekonomi dan Muamalat, Universiti Sains Islam Malaysia (USIM) | Tarikh | 17 Ogos 2014 hingga 23 ogos 2014 | Tempat | Beijing, China | Jumlah Peserta | 24 orang pelajar jurusan perakaunan tahun dua dan 1 orang pensyarah pengiring. | Anggaran Kos | RM 43,450.00 | KERTAS KERJA PROGRAM DELEGASI AKADEMIK DI BEIJING (LAWATAN ANTABANGSA) 1.0 NAMA......

Words: 1186 - Pages: 5

Petua Belajar Cemelrlang

...PETUA BELAJAR CEMERLANG 1. Tukar pemikiran yang negatif kepada positif. Misalnya : Aku akan berjaya mengharungi detik-detik yang mencabar ini. 2. Mendengar,Mencatat,Memahami dan Membacakan semula apa yang dipelajari dengan nada suara yang kuat. 3. Menjawab soalan untuk menguji kefahaman anda tentang sesuatu topik pelajaran. 4. Mengambil masa untuk mengulangkaji semula pelajaran yang telah dipelajari dalam masa 24 jam agar tidak terlupa. 5. Bagi pelajar IPT,masa untuk mengulangkaji adalah 4-5 jam bergantung kepada kursus yang anda pilih. 6. Belajar di tempat yang kondusif. 7. Pembelajaran lebih efektif dalam persekitaran hijau / kuning. 8. Pelajar perlu belajar di tempat yang mempunyai pencahayaan yang baik. 9. Pelajar perlu mengelakkan tempat yang bising untuk belajar atau mengulangkaji pelajaran. 10. Pelajar perlu belajar dalam suasana yang sederhana sejuk kerana dikhuatiri fokus pembelajaran akan terjejas sekiranya terlampau sejuk. 11. Jangan dengar muzik sambil belajar atau mengulangkaji pelajaran. 12. Tampalkan slogan-slogan yang berunsur motivasi di dinding untuk memberikan semangat kepada pelajar. 13. Ubahsuai tempat belajar menghadap ke arah kiblat bagi yang beragama Islam. 14. Belajar sambil menghadap ke tingkap untuk keselesaan. 15. Memakai wangian 16. Senyum semasa belajar 17. Jangan ponteng kelas 18. Mohon ampun kepada guru sekiranya tidak hadir ke kuliah. ...

Words: 405 - Pages: 2

Jawaban

...menjadikan knowledge sebagai alat produksi untuk menghasilkan produk dan jasa. dengan management mindset dan management knowledge yang optimal, maka akan mendukung berjalannya management system yang baik sehingga kompleksitas operasi perusahaan dan turbulensi lingkungan bisnis yang dihadapi oleh perusahaan bisa diatasi. * b. Strategic cost management ditentukan oleh management knowledge karena management knowledge dibentuk dari paradigma manajemen yang mendasari perumusan strategi di perspektif keuangan dan non keuangan yang terjababarkan dalam balance scorecard.Pada perspektif keuangan, saat ini perusahaan dituntut untuk tidak hanya menjadi institusi pencipta kekayaan saja, tapi juga sebagai institusi pelipatgandaan kekayaan dan untuk menjadi institusi pelipatgandaan kekayaan, manajemen harus memiliki pengetahuan bahwa kekayaan yang berkesinambungan dapat diperoleh dari peletakan leverage ke intangible assets seperti loyalitas customer, hubungan yang berkualitas dengan customer, cost effectiveness. Disamping itu, dari sisi perspektif Customer, paradigma yang digunakan sebagai basis dari management knowledge adalah customer value strategy yang artinya perusahaan menempatkan customer pada peringkat pertama dari keseluruhan pemangku kepentingan. Dari perspektif proses, manajemen diminta untuk memiliki pengetahuan yang bisa membawa perusahaan terus melakukan improvement berkelanjutan agar proses menjadi efective. i. Dari perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, manajemen......

Words: 3384 - Pages: 14

Hubungan Antara Tingkat Spiritualitas Siswa Dengan Motivasi Belajar Siswa

...BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah Pendidikan dalam sejarah peradaban manusia merupakan salah satu komponen kehidupan yang paling urgen. Aktivitas ini telah dan akan terus berjalan semenjak manusia pertama ada di dunia sampai berakhirnya kehidupan dimuka bumi ini. Bahkan, kalau ditarik mundur lebih jauh lagi, kita akan dapatkan bahwa pendidikan telah mulai berproses sejak Allah SWT. menciptakan manusia pertama Adam di surga dan telah mengajarkan kepadanya semua nama yang belum dikenal sama sekali oleh para malaikat (Hasan Basri, 2012: 61). Dalam undang-undang pendidikan nomor 20 tahun 2003, disebutkan bahwa “Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara”. Dari redaksi undaang-undang di atas dapat diketahui bahwa ruang lingkup pendidikan tidak sebtas hal yang bersifat kognitif (IQ) semata, melainkan juga mencakup keagamaan, pengendalian dan pengenalan diri, kepribadian, dan akhlak mulia. Semuanya itu berkaitan atau bahkan didasari dengan kekuatan spiritual (SQ). Tapi pada pelaksanaannya pendidikan terutama pendidikan formal di negeri ini cenderung lebih mengutamakan IQ ketimbang yang lainnya. Padahal IQ (Intelligence Quotien) yang mula-mula diperkenalkan oleh Wilhelm......

Words: 3859 - Pages: 16

Abstract of Behaviorism and Contructivism

...bagaimana belajar dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. The konstruktivis dilihat belajar sebagai pencarian makna. Piaget dan Vygotsky dijelaskan unsur-unsur yang membantu memprediksi apa memahami anak-anak pada tahapan yang berbeda (Rummel, 2008). Rincian dari kedua teori menerangi perbedaan dan hubungan antara teori-teori perilaku dan konstruktivis dalam hubungan dengan bagaimana anak-anak belajar dan bagaimana perilaku mereka dipengaruhi. Bagaimana kurikulum dan pengajaran bekerja dengan teori-teori ini untuk mempromosikan pembelajaran dan bagaimana pendidik Pemandangan belajar terhadap kedua teori juga dikaji. Introduction Banyak mahasiswa yang terdaftar di lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat telah memiliki pengalaman dengan kedua tatap muka dan kelas online. Peneliti pendidikan telah mulai meneliti karakteristik teknologi kelas online yang berkontribusi untuk membuat kelas online setara dengan tatap muka kelas dalam hubungan dengan efektivitas pedagogis mereka. Pertumbuhan pembelajaran online telah mengubah lingkungan belajar tradisional batu bata dan mortir ruang kelas untuk belajar di dunia maya. Perubahan lingkungan ini telah menyebabkan pendidik untuk melihat lebih dekat pada cara siswa terbaik pengalaman belajar di abad ke-21. Behaviorisme dan konstruktivisme yang teori-teori yang berasal dari dua sekolah filsafat pemikiran yang telah mempengaruhi pandangan pendidik 'belajar belajar. Skinner dan Watson, dua pendukung utama behaviorisme, belajar bagaimana...

Words: 4393 - Pages: 18

Paradigmas Y Principios

...Stephen Covey. Capítulo I:  Paradigmas y Principios * De adentro hacia afuera. Para solucionar algunas situaciones o problemas importantes, en algunas ocasiones no es suficiente actuar sobre ellos, algunas veces se vuelve indispensable revisar el cristal con el que observamos nuestra vida y cambiarnos a nosotros mismos. * La Personalidad y la ética del carácter. Stephen Covey menciona en su libro que existen muchos textos sobre auto superación que se basan “ética del carácter“, mientras que otros se basan en la “ética de la personalidad“.  La ética del caracterutiliza como cimiento del éxito, cosas tales como la integridad, la humildad, la lealtad, la justicia, la paciencia, el esfuerzo, etc. Por otro lado, la ética de la personalidad se basa en cuestiones más superficiales como la imagen pública, las actitudes, los gestos, las conductas, habilidades y técnicas ensayadas. * Grandeza Primaria y Grandeza Secundaria. Existen personas que han desarrollado de forma consciente o inconsciente lagrandeza primaria, mientras que otras desarrollan la grandeza secundaria. De manera simple, la grandeza primaria se basa de manera fundamental en la ética del carácter y por consiguiente en principios como la verdad, el amor, la autoridad, etc. y las personas con este tipo de grandeza normalmente pueden ser identificadas con atributos como la integridad, humildad, paciencia, respeto, empatía, responsabilidad, etc. Por otra parte, la grandeza secundaria se basa en la ética de la......

Words: 673 - Pages: 3