Kasus Pharmor

In: Business and Management

Submitted By andharalita
Words 7146
Pages 29
Making Phar-Mor, Phar-Less
Phar-Mor was a private company that was in the super-giant drug chain business. It had achieved exponential growth and was already being compared to Wal-Mart as one of the great American success stories. The company had grown in just seven years (1985-1992) from just a few stores to hundreds. Sales went from literally nothing to over $3 billion. The founders had become pillars of their communities owning sports teams and contributing substantially to local charities.
Ultimately it turned out that the company was engaged in a massive fraud with literally all senior management involved in funneling misinformation to investors. Those personnel including the president and Chief Operating Officer, Mickey Monus, the CFO and all of the internal audit staff, misinformation was also given to the accountants, the creditors and debt holders as well as everyone else in the outside world that had anything to do with the financial side of Phar-Mor. Class action lawsuits were filed against the company by investors and ([127]) creditors while the accountants, Coopers and Lybrand were named under the Federal anti-fraud provisions of section 10b of the Securities Exchange Act and additional actions were commenced by the State of Pennsylvania under their statutes.
The company went under in one of the biggest bankruptcies in U.S. history of a private company. Five hundred million was lost by debt-holders and creditors, management was assessed a total of $1 million in fines and two senior officials of the company were given jail sentences. Cooper & Lybrand LLP (Coopers) was sued for over $1 billion and they lost in court over what seemed to be the fact that they had made reckless representations to the plaintiff’s without regard to the truth of those statements.
To some degree, this case differs from almost everything else we have written…...

Similar Documents

Kasus Cheryl Ways: Strategi Komunikasi Perubahan

... I. RINGKASAN KASUS Cherry ways adalah salah satu dari 8000 (delapan ribu) staf Agilent Teknologi yang di PHK dari perusahaannya selama tahun 2001 dan satu dari 2.000.000 (dua juta) orang yang kehilangan pekerjaannya dari perusahaan-perusahaan di Amerika pada tahun 2001. Agilent Teknologi dulu merupakan bagian Hewlett Packard yang sekarang telah memisahkan diri pada tahun 1999. Agilent Teknologi merupakan perusahaan teknologi dan elektronik dan pembuat alat ukur dan test. HP diketahui memiliki persepsi kepada para pekerjanya bahwa para pekerja akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk perusahaan apabila pekerja diberikan kejujuran dan mereka selalu didengarkan dan filosofi ini ditiru oleh Agilent Teknologi. Mempertahankan gaya keterbukaan komunikasi dengan karyawan melalui email, meeting, dan media lainnya. Manajemen senior secara terbuka mengakui bahwa perampingan karyawan akan berlawanan dengan filosofi HP dalam memperlakukan karyawannya. Ketika perampingan perusahaan dimulai Agilent teknologi mencoba solusi lain untuk mengurangi keadaan buruk yang tengah dihadapi Agilent Teknologi. Agilent Teknologi menghadapi 23% penurunan penjualan, penurunan market share. Menghadapi situasi ini manajemen Agilent Teknologi menghemat anggaran dengan cara mengurangi mengurangi konsultan eksternal dan hingga menyerukan staf untuk membatasi perjalanan dan pengeluaran diskresi lainnya. Meskipun merumahkan 8.000 pekerja (20 persen dari perusahaan) pada tahun 2001, Agilent Teknologi......

Words: 844 - Pages: 4

Kasus Korupsi Simulator Sim

...I. PENDAHULUAN Kasus korupsi mengenai pengadaan simulator SIM yang terjadi dalam Polri merupakan kasus yang terjadi sejak bulan April 2012, dan hingga saat ini penyelesaiannya masih belum tuntas walau pihak terkait sudah menahan beberapa tersangka dan menyelidiki beberapa pihak yang dicurigai. Kasus ini menjadi menarik bagi penulis karena bila dirunut secara singkat, kasus ini merupakan sebuah kasus korupsi sederhana yang menurut penulis bisa diselesaikan dalam kurun waktu yang lumayan singkat. Namun pada kenyataan dilapangan, kasus ini menjadi sangat dramatis karena ketidakmurnian kepentingan. Artinya adalah, kasus ini tidak selesai dengan cepat karena ditunggangi banyak kepentingan. Secara hukum, kasus ini sederhana, dimana diketahui apa penyebabnya, apa yang dipermasalahkan, siapa pelakunya, semuanya terungkap dan seharusnya secara hukum kasus ini bisa terselesaikan secara cepat. Namun dengan adanya 2 pihak yang sebelumnya bekerjasama dalam satu payung, yaitu polri dan KPK, memiliki kepentingan tersendiri dengan mengatasnamakan kepentingan institusinya, kasus ini menjadi rumit. Lalu selanjutnya, penulis akan membahas secara menyeluruh mengenai kasus ini. Mulai dari penyebab awal, kronologi, para tersangka, hingga solusi yang bisa ditawarkan untuk kasus ini sebagai pihak akademisi. Dan penulis juga akan membuat analisa tentang potensi kerugian dan kecurangan lain yang bisa timbul dari kasus dan proses perkembangannya serta pencegahan yang bisa dilakukan. Adanya......

Words: 2332 - Pages: 10

Mph Studi Kasus

...keuntungan yang kedua apakah pemilik yang lama akan tetap mengontrol perusahaan tersbut. Hal tersebut sangatlah penting untuk dipertimbankan. 5. Level Kelima Transfer Tax Minimization. Dalam hal ini pemilik harus melakukan transfer pajak seminim mungkin kepawa pewaris supaya tidak menambah beban kepada pemilik barunya dan memudahkannya untuk pengembangan bisnisnya. Kesimpulan Jika Family business succession plan ini berjalan dengan baik ini akan memudahkan perusahaan dalam melakukan trasisi kepada keluarga pemiliknya untuk isu – isu terkait dengan matinya sebuah bisnis keluarga melewati generasi berikutnya tidaklah masalah karena di perusahaan – perusahaan Asia banyak yang dapat bertahan sampai ke 40 lebih generasinya, mungkin dalam kasus ini hanya melihat dari sisi perusahaan barat yang berbeda dengan budaya asia tetapi jika dapat melakukan Planning tersebut dengan baik maka mungkin untuk melanjutkan perusahaan. Dalam pengambilan atau penentuan planning tersebut pemilik juga harus melakukan perundingan dengan anggota keluarganya terlebih dahulu, karena mereka juga menjadi masa depan perusahaan itu. Waktu yang tepat biasanya saat melakukan liburan bersama – sama. Hal tersebut terkadang cukup lah sulit dilakukan karena setiap angota keluarga memiliki anggapan yang berbeda – beda serta pemikiran yang berbeda – beda, jika semua masalah tersebut dapat terpenuhi serta Planning tersebut dapat diimplementasikan dengan sangat baik maka pemilik, karyawan dan anggota keluarga......

Words: 936 - Pages: 4

Kasus Materialitas

...PENGAUDITAN I KASUS MATERIALITAS OLEH KELOMPOK 9 NI LUH LEMI SUSHMITA DEVI 1206305091 LUH YULISKAYANI 1206305098 LUH WULAN PERMATASARI 1206305163 PUTU AYU AGNES VERIANA 1206305178 FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS UDAYANA 2014 KASUS 7-31 Berikut ini adalah enam situasi yang melibatkan model risiko audit sebagaimana digunakan untuk perencanaan persyaratan bukti audit dalam audit persediaan. SituasiRisiko123456Risiko audit yang dapat diterimaTinggiRendahTinggiRendahTinggiSedangRisiko bawaanTinggiRendahRendahTinggiSedangSedangRisiko pengendalianRendahTinggiRendahTinggiSedangSedangRisiko deteksi yang direncanakan−−−−−−Bukti direncanakan−−−−−− Diminta : Jelaskan arti rendah, sedang, tinggi untuk setiap empat risiko dan bukti direncanakan. Isi bagian kosong untuk risiko deteksi direncanakan dan bukti direncanakan menggunakan istilah rendah, sedang, atau tinggi Jelaskan dampak dari bukti direncanakan (meningkat atau menurun) dari mengubah setiap lima factor berikut ini, ketiga hal lainnya tetap tidak berubah. Sebuah peningkatan dalam risiko audit yang diterima Sebuah peningkatan dalam risiko pengendalian Sebuah peningkatan dalam risiko deteksi direncanakan Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan Sebuah peningkatan dalam risiko bawaan dan sebuah penurunan dalam risiko pengendalian dengan jumlah yang sama. Jawab : Semakin kecil risiko bawaan dan risiko pengendalian yang diyakini oleh auditor, semakin besar risiko deteksi yang......

Words: 579 - Pages: 3

Studi Kasus Sistem Informasi Manajemen

...TUGAS KELOMPOK (2 ORANG) STUDI KASUS 2 SISTEM INFORMASI MANAJEMEN FOR COMPANIES BOTH BIG AND SMALL: RUNNING A BUSINESS ON SMARTPHONES Dosen: Dr. Ir. Arif Imam Suroso, MSc Magister Manajemen & Bisnis Institut Pertanian Bogor (MB IPB) BAB 1 PENDAHULUAN   1.1 Latar Belakang Dengan semakin berkembangnya teknologi informasi saat ini, berbagai kegiatan dalam kehidupan sehari-hari akan berbasis komputer. Maka dalam suatu instansi, komputer merupakan sarana dalam menciptakan dan mengembangkan suatu sistem informasi handal. Oleh karena itu setiap orang harus mampu mengikuti arus informasi yang berkembang di dunia teknologi ini. Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu. Informasi yang berkualitas ini akan memudahkan user dalam mengambil keputusan secara tepat, cepat, dan bernilai strategis. Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia. Tanpa darah, manusia tidak akan dapat melanjutkan kehidupannya. Hal ini berlaku juga di dalam sebuah perusahaan, bagaimana peran informasi yang sangat besar dalam mendukung kelangsungan perusahaan. Akibat ketiadaan atau kekurangan informasi dalam waktu tertentu, perusahaan akan mengalami ketidakmampuan dalam mengelola dan mengontrol sumber daya secara terpadu, yang pada akhirnya akan mengalami......

Words: 3887 - Pages: 16

Kasus Telkom

...KASUS TELKOM KAP EDDY PIANTO VS PWC Eddy Pianto Simon. Di kalangan auditor, namanya belum seterkenal Hans Tuanakota, Hendrawinata, atau Hadi Sutanto. Sejak awal Juni lalu, nama Eddy Pianto mencuat bersamaan dengan penolakan SEC (Securities and Exchange Commission), Bapepam Amerika Serikat terhadap Laporan Keuangan (LK) 2002 PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). “Saya sering dengar namanya, tetapi saya belum pernah bertemu. Saya tidak kenal dia. Teman-teman, saat saya tanya juga, mengaku tidak kenal,” kata seorang auditor senior yang sudah malang-melintang dalam bisnis audit di Indonesia selama 30 tahun lebih. Eddy Pianto memiliki KAP yang bermarkas di Muara Karang, Jakarta. Salah seorang stafnya mengatakan, jumlah karyawan KAP Eddy Pianto ada cuma 15 orang. “Semuanya auditor,” katanya. Dengan jumlah tenaga audit segitu, KAP ini memiliki banyak pekerjaan audit. Diantaranya adalah PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia Tbk. (TKIM), PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk, (INKP). Kedua perusahaan ini listing di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Tetapi TLKM adalah perusahaan yang dual listing, baik di BEJ maupun di New York Stock Exchange (NYSE), yang aturannya jauh lebih rumit ketimbang aturan di bursa Indonesia. Selain itu, BUMN telekomunikasi itu termasuk besar dari segi aset dan market capitalization, memiliki kantor yang tersebar di seluruh Indonesia, dengan pendapatan utama berasal dari pulsa yang dicatat secara computerize. “Hebat. KAP Eddy Pianto bisa menerima pekerjaan......

Words: 3510 - Pages: 15

Pharmor

...6. A. Two companies that have committed fraud by misstating inventory are Bristol-Myers Squibb Company, who concealed excess inventory held by wholesalers, and Leslie Fay Women’s Apparel whose controller increased orders by counting items shipped but did not subtract returns B. Intentional misstatements of inventory are difficult to detect primarily because accounting for inventory itself is difficult. It is nearly impossible to take stock of every inventory item a company has while doing an audit report. You need to sample portions of inventory and records and rely on what you find in those samples to determine accuracy of the remaining records. Phar-Mor was able to fool their accountants, Coopers and Lybrand, for several years about their inventory because they lacked integrity. The company’s MIS was inadequate and when asked about bettering it, senior officials shot the idea down because they wanted the fraud to go undetected. The internal controls were poor and Phar-Mor employees were able to bypass areas that should have had controls on them. The management and internal audit functions were not performing to the best of their ability. Michael Monus, the head of the fraud scheme and the company, was a member of the audit committee and was able to destroy the committee when he found out they may investigate certain abnormal behavior. Phar-Mor’s upper management was involved in the scheme and was able to convince the auditors that certain aspects where true and the......

Words: 873 - Pages: 4

Pelanggaran Etika Bisnis Pada Kasus Citibank

...Business Ethics Dosen : Dr. Marwah M. Diah, MA. Individual Assignment – Final Project Pelanggaran Etika Bisnis pada Kasus Citibank Kelas Eksekutif 28B Hendrik Setiawan Beberapa bulan yang lalu masih terngiang di telinga kita tentang kejahatan perbankan yang melibatkan salah satu perusahaan perbankan asing yang bernama Citibank N.A Indonesia dengan aktor utamanya berasal dari dalam perusahaan itu sendiri. Ada dua kasus yang sedang melanda Citibank saat ini, yakni permasalahan debt collector dan pembobolan dana nasabah. "Terhadap dua kasus Citibank, kami sedang menindaklanjuti mendalam. Akan tetapi, untuk melanjutkan penelitian yang mendalam, butuh bahan masukan penyempurnaan peraturan," tukas Gubernur BI Darmin Nasution, saat memenuhi panggilan oleh DPR bersama Citibank dan Kepolisian, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Bank Indonesia (BI) yang notabene sebagai regulator bisnis perbankan di Indonesia akan melakukan beberapa langkah untuk menyikapi masalah tersebut, yakni me-review perlindungan terhadap nasabah, private banking, hingga pembatasan maksimum pemilikan kartu kredit di mana produk maupun risiko dapat mendorong partisipasi nasabah, seperti adanya permasalahan dengan debt collector, sehingga perlunya peraturan perbankan ke lembaga keuangan lainnya. Ini karena menyangkut perlindungan nasabah, dan tatanan aturan main jasa debt collector di berbagai bidang. Saat ini Kepolisian Republik Indonesia menetapkan pegawai Citibank Melinda Deealias MD sebagai tersangka......

Words: 1004 - Pages: 5

Studi Kasus Virtual Team

...BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Kasus Sifat dari team untuk masa kini berbeda dengan kondisi di masa lalu dimana team selalu bekerja bertatap muka dalam satu tempat kerja yang disepakati. Saat ini telah banyak organisasi bisnis yang mendistribusikan produknya secara internasional dan melakukan kerjasama dalam memproses produk dalam skala internasional dengan lokasi yang berbeda-beda di berbagai negara dalam pengerjaan komponennya. Seperti dalam kasus “Building a Stealth Fighter with virtual teams”, dimana ada kontraktor pertahanan, Lockheed Martin, mendapatkan mega proyek untuk membuat model baru pesawat siluman. Dalam rencana pengerjaannya, lebih dari 80 pemasok akan bekerja di 187 lokasi diseluruh dunia untuk mendesain dan membangun komponen-komponen dari pesawat tempur siluman ini. 75 anggota grup teknologi di divisi aeronautics milik Lockhed akan menghubungkan pemasok bersama dengan angkatan udara, laut, dan darat amerika serikat, menuju departemen pertahanan inggris untuk memantau perkembangan dan melakukan perubahan produksi dan desain ditengah-tengah proses jika diperlukan. Secara keseluruhan, individu-individu bekerja pada lebih dari 40.000 pusat komputer yang akan bekerja sama untuk bisa menghasilkan pesawat terbang siluman hanya dalam kurun waktu 4 tahun. Inilah salah satu contoh model virtual teams dimana team bekerja bekerja baik dalam skala nasional maupun internasional. Mereka menggunakan teknologi dalam berkomunikasi seperti menggunakan...

Words: 2101 - Pages: 9

Jawaban Kasus Livent

...Pertanyaan dan Jawaban Kasus 1. Identifikasikanlah factor risiko bawaan umum di dalam perusahaan yang terlibat dalam industri hiburan terhadap auditor independen mereka! Risiko bawaan umum yang ada pada Livent, Inc. sebagai berikut: a. Terdapat beberapa pejabat di perusahaan Livent terutama akuntansi merupakan mantan partner auditor Livent dan tentunya ini mempengaruhi pada setiap tindakan dan independensinya. b. Sudah tertanam sejak dari awal suatu perilaku curang pada pimpinan dari Livent itu sendiri yang tentunya akan berimbas pada semua keputusan yang diambil. c. Industri hiburan ini termasuk industri yang resikonya tinggi atau high risk. 2. Buatlah daftar dan deskripsikan prosedur audit yang spesifik yang tidak akan digunakan dalam perikatan audit biasa, namun diperlukan dalam audit terhadap perusahaan yang terlibat dalam produksi hiburan, seperti Livent. Prosedur audit yang diperlukan dalam mengaudit perusahaan bidang produksi hiburan yaitu: a. Memeriksa hasil notulen atau berita acara rapat perusahaan b. Melakukan review terhadap arus kas perusahaan dengan menelusuri laporan bank yang digunakan perusahaan c. Menentukan dan mengidentifikasi pihak ketiga yang mungkin ada pada perusahaan d. Melakukan tinjauan selanjutnya terhadap transaksi yang signifikan atau penting 3. Bandingkan dan bedakan tanggungjawab antara partner audit di KAP besar dengan CFO perusahaan publik terkemuka. Partner audit......

Words: 1215 - Pages: 5

Analisis Kasus Penghinaan Di Media Sosial Online

...ANALISIS KASUS PENGHINAAN DI MEDIA SOSIAL ONLINE Untuk memenuhi Tugas BUAS Sosiologi dan Politik Dosen Pengampu : Drs Soeprapto, SU Disusun oleh: Milzam Danar Amadis 13/348398/EK/19460 JURUSAN MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA 2015 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dengan semakin majunya penggunaan teknologi informasi, pengguna internet di Indonesia juga semakin bertambah seiring berjalannya waktu. Internet telah memotong berbagai masalah jarak dan waktu dalam berinteraksi antar sesama manusia apapun tujuannya. Berbagai kemudahan yang ditawarkan telah berimbas kepada tumbuh pesatnya media sosial yang ada di Indonesia.Salah satu bagian dari internet adalah media sosial. Media sosial merupakan perantara sesama manusia dalam bersosialisasi dalam dunia internet. Dengan media sosial sebuah kejadian dapat dengan mudah diketahui oleh masyarakat dengan cepat. Media sosial memberi ruang yang lebih luas untuk berbagi berbagai informasi secara global. Memang, jika kita berbicara media sosial kita tidak bisa melepaskan perkembangan internet itu sendiri, karena internetlah pemicu ledakan penggunaan media sosial saat ini. Tanpa internet maka media sosial sulit berkembang seperti saat ini. Kehadiran media sosial, seperti Facebook, Twitter, Blog, Path, BBM, dan lain-lain, membawa perubahan yang sangat radikal dalam berkomunikasi. Apalagi media sosial tsb. dapat dilihat melalui telepon genggam atau telepon......

Words: 2619 - Pages: 11

Kasus Pt Aam

...TELAAH KINERJA KEUANGAN: PT ANEKA ANDALAN MASSA (PT AAM)* *) Kasus ini berdasarkan kasus bisnis nyata, berdasarkan kesepakatan dengan direksi maka semua nama baik perorangan maupun perusahaan dalam kasus ini disamarkan Prolog Berkembangnya permintaan laser cutting di dunia usaha, membuat Bp. Teddry selaku owner memikirkan untuk menambah mesin laser perusahaannya. Hal ini karena adanya pemikiran untuk mengurangi idle time para konsumennya, mengurangi melimpahkan orderan ke pihak supplier lain yang pada akhirnya dapat menjadi ancaman buat perusahaan. Bp. Teddry berencana mengambil mesin dengan cara berhutang. Mesin laser cutting Trumpf Germany, Trulaser 3030 yang akan di ambil Bp. Teddry adalah mesin yang dijual oleh perusahaan Jerman sehingga Bp. Teddry merasa perlu melakukan feasible study terlebih dulu apakah memutuskan pinjam di bank lokal ataukah menerima tawaran leasing perusahaan di Jerman. Langkah awal yang dilakukan Bp. Teddry adalah melakukan analisis kondisi keuangangannya untuk mengetahui kemampuan utangnya. Hal ini penting karena pinjaman dalam bentuk EURO. Risiko fluktuasi EURO juga akan mengakibatkan exposure terhadap aliran cash pembayaran utangnya. Lampiran 1 dan 2 menunjukkan laporan neraca dan rugi-laba dari PT AAM. Apakah PT AAM termasuk perusahaan yang sehat kondisi finansialnya? Kemampuan utang perusahaan menjadi salah satu isu yang mengangkat struktur modal dari perusahaan. Adapun struktur modal dari PT AAM selama ini tidak pernah ...

Words: 2374 - Pages: 10

Kasus Monopoli Pln

...D. DEFINE THE PROBLEM/S Fakta penting yang terdapat dalam kasus monopoli PT.PLN ini adalah bahwa PT.PLN sebagai satu-satunya perusahaan listrik yang bergerak dalam bidang pengadaan listrik nasional sekaligus pendistribusinya, seharusnya mampu memenuhi kebutuhan listrik bagi masyarakat dan mendistribusikannya secara merata. Stakeholders yang menjadi kunci pada kasus PT.PLN ini dapat dilihat pada ilustrasi berikut : Pemerintah Karyawan Pemegang Saham Konsumen Komunitas PT. PLN Dari iluatrasi bagan diatas, PT.PLN mempunyai tanggung jawab baik secara finansial maupun moral kepada pihak-pihak yang bersangkutan seperti kepada konsumennya yang merupakan professional interest, kemudian pada para pemegang saham yang dapat berupa professional dan personal interest, para karyawan pun mempunyai professional interest terhadap perusahaan, serta komunitas yaitu masyarakat luas dan pemerintah sebagai penguasa yang memiliki professional interest terhadap PT.PLN Masalah inti yang membutuhkan keputusan dalam kasus monopoli PT.PLN ini adalah bahwa PT.PLN memonopoli penentuan harga listrik yang harus dibayar masyarakat walaupun sekarang ini sudah ada 27 independent power producer di Indonesia. Yang kedua, kerugian yang dirasakan masyarakat ketika PT.PLN melakukan pemadaman listrik secara bergiliran di berbagai wilayah termasuk Jakarta dan sekitarnya, selama periode 11-25 Juli 2008 dengan alasan defisit daya listrik yang semakin parah. Kedua masalah ini berdampak sistemik pada......

Words: 522 - Pages: 3

Kasus Perbedaan Budaya Dalam Pemasaran

...KASUS PERBEDAAN BUDAYA DALAM PEMASARAN INTERNASIONAL Memanfaatkan perbedaan budaya sebagai strategi pemasaran Secara tradisional, pengiklan global telah memasuki pasar baru dengan mempertahankan tema otomotif dalam negeri dalam kampanye iklan mereka dan menerjemahkan tema-tema ini langsung ke dalam bahasa lokal. Pada tahap awal ini terjemahan itu hanya dijuluki voiceovers di rumah-pasar iklan televisi diproduksi. Secara bertahap strategi ini berevolusi untuk mempekerjakan bakat-bakat lokal untuk menyediakan terjemahan langsung menggunakan tema yang sama dan dialog. Tetapi bahkan terjemahan ini bakat-bakat lokal berlari risiko yang bermasalah atau sangat memalukan. Sebagai contoh, Coca-Cola, "Coke Menambahkan Life" tema beberapa tahun lalu diterjemahkan ke pasar Cina sebagai: "Coke Membawa Leluhur Anda Kembali dari Graves mereka". Tidak sampai Coke dan McDonalds dihadapkan dengan penjualan lesu dan keuntungan di pasar luar negeri bahwa mereka diperbaiki situasi dengan mengembangkan kampanye benar-benar lokal di masing-masing pasar. Meskipun pengiklan global lebih banyak mengadopsi strategi ini, banyak masih tetap dalam "satu ukuran cocok untuk semua" kamp. Mereka mematuhi filosofi desa global bahwa kita semua memiliki selera yang sama dan perilaku. Apa yang membuat situasi Pepsi unik di Kanada pada umumnya, dan Quebec khususnya, adalah bahwa Quebec dapat dilihat sebagai negara dalam negara. Dari perspektif media, adalah pasar sendiri. Ini terpisah dari sisa......

Words: 406 - Pages: 2

Analisis Kasus Zumwald Ag

...Analisis kasus Perhitungan contribution margin dari tiap calon supplier ISD : Item Heidelberg Bogardus Display Tech Price X73 340000 340000 340000 Direct Material 140000 120000 100500 Other Component 72000 72000 72000 Conversion Cost - Variable Overhead 27000 27000 27000 - Fixed Cost 117000 117000 117000 Total Costs 356000 336000 316500 Contribution Margin (16000) 4000 23500 Dari perhitungan ini, ISD memilih Display Tech karena memberikan contribution margin terbesar. Memilih Heidelberg akan membuat contribution margin dari ISD negatif. Untuk Heidelberg, seharusnya bidding price yang tepat adalah : Item Heidelberg Current bid Competitive bid Direct Material 21600* 21600* Conversion Cost - Variable Overhead 28400 28400 - Fixed Cost 55000 Total Costs 105000 50000 Mark up (33%) 35000 16500 Harga yang ditawarkan 140000 66500 Fixed cost untuk membayar tenaga kerja tidak relevan untuk diperhitungkan, karena bagaimanapun Heidelberg harus tetap membayarnya. Karena kapasitas yang digunakan baru 70% maka tidak ada opportunity cost yang diperhitungkan. Agar Heidelberg mendapat profit yang positif, Heidelberg boleh menetapkan mark up yang pantas. * Direct materials disuplai oleh ECD yang dihitung dari full manufacturing costs 18000 x 120% ada 2 perhitungan apabila Heidelberg yang memenangkan bidding: - dengan harga penawaran yang sekarang Item ISD Heidelberg ECD Total Price X73 dan komponen 340000 140000 21600 ...

Words: 316 - Pages: 2